Story
Rusia Coba Ganggu Sistem Starlink untuk Lawan Serangan Drone Ukraina

Pasukan Rusia dilaporkan sedang mengembangkan berbagai cara untuk melawan serangan drone "jarak menengah" Ukraina, termasuk dengan menyamarkan kargo dan memasang sistem jammer (pengacak sinyal) yang kuat untuk mengganggu sistem internet satelit Starlink milik Elon Musk. Informasi ini diungkapkan oleh para komandan dan pilot drone Ukraina kepada kantor berita Reuters.
Pengembangan drone jarak menengah yang dapat menyerang target hingga puluhan kilometer di belakang garis depan secara akurat telah mengubah dinamika perang. Sebagian besar misi ini mengandalkan Starlink, yang sebelumnya dianggap relatif kebal terhadap gangguan. Kini, Rusia disebut mengerahkan sistem jammer seperti Volna Kupol Garant yang mampu mengacaukan koneksi Starlink di area seluas sekitar 20 kilometer persegi.
Sebagai respons, kru drone Ukraina menjadikan sistem jammer Rusia sebagai target prioritas. Menurut komandan di Resimen Sistem Tak Berawak ke-422 Ukraina, mereka telah berhasil menghancurkan beberapa sistem tersebut. "Begitu kami menghantam instalasi itu, (drone) kami yang dilengkapi Starlink dapat terbang tanpa masalah," kata seorang komandan dengan nama panggilan 'Dyryhent'.
AdSelain perang elektronik, pasukan Rusia juga dilaporkan menggunakan taktik penyamaran untuk melindungi pasokan militer. Para komandan Ukraina menyebutkan bahwa pasokan bahan bakar dan amunisi disembunyikan di dalam kendaraan sipil seperti truk tangki air dan truk susu, serta diangkut menggunakan konvoi kecil atau mobil pribadi untuk menghindari pengawasan.
Rob Lee, seorang peneliti senior di Foreign Policy Research Institute yang berbasis di AS, menyatakan bahwa serangan jarak menengah Ukraina adalah salah satu perkembangan terpenting di medan perang tahun ini, namun Moskow mulai menunjukkan keberhasilan dalam melawannya. Meskipun demikian, tidak semua serangan drone Ukraina berhasil, yang menunjukkan bahwa upaya perlawanan Rusia terus beradaptasi.