Story
Rusia Gunakan Drone Kabel Fiber Optik untuk Tembus Pertahanan Gardu Listrik Ukraina

Rusia telah menggunakan drone kecil yang diterbangkan melalui kabel fiber optik untuk melewati pertahanan Ukraina dan merusak gardu listrik tegangan tinggi di wilayah Sumy. Analisis sumber terbuka yang diverifikasi oleh Centre for Information Resilience (CIR) dan dikonfirmasi oleh Reuters menunjukkan taktik baru ini menargetkan infrastruktur energi penting di garis depan.
Taktik Serangan Baru
Serangan ini menggunakan drone *First Person View* (FPV) yang lincah dan terhubung langsung dengan kabel fiber optik tipis. Koneksi fisik ini membuat drone kebal terhadap sistem peperangan elektronik yang dirancang untuk mengganggu sinyal radio, yang merupakan metode pertahanan umum di wilayah garis depan Ukraina.
Menurut Joshua Scriven, seorang investigator di CIR, para operator Rusia menggunakan drone pertama untuk membuat lubang pada jaring pelindung anti-drone. Drone kedua kemudian dikirim melalui celah tersebut untuk menavigasi struktur pelindung beton dan menyerang komponen inti, yaitu autotransformator.
Dampak Ekonomi dan Strategis
Menghancurkan sebuah autotransformator pada gardu 330 kilovolt (kV) dapat melumpuhkan seluruh unit gardu tersebut. Oleksandr Kharchenko, kepala Pusat Penelitian Energi di Kyiv, menyatakan bahwa nilai satu autotransformator tersebut mencapai sekitar $3,5 juta.
AdAnalisis biaya-manfaat dari serangan ini sangat signifikan. Sebuah drone FPV dengan kabel fiber optik dapat berharga hanya $2.000, menjadikannya senjata yang sangat efisien secara ekonomi untuk melumpuhkan aset bernilai jutaan dolar. Sejak Mei, CIR telah memverifikasi setidaknya empat serangan semacam itu pada gardu 330 kV dan empat lainnya pada gardu 110 kV yang lebih kecil.
Konteks yang Lebih Luas
Serangan-serangan ini tampaknya merupakan bagian dari strategi Rusia yang lebih besar untuk mengisolasi wilayah-wilayah Ukraina dari jaringan listrik nasional. Dengan merusak gardu induk, Rusia kemudian dapat menargetkan pembangkit listrik lokal untuk menyebabkan pemadaman total di wilayah tersebut.
Jangkauan serangan ini, yang terjadi pada jarak 16 hingga 26 km dari garis depan, menunjukkan peningkatan kemampuan drone fiber optik. Taktik ini secara khusus dirancang untuk mengatasi langkah-langkah pertahanan Ukraina yang ekstensif, seperti pelindung beton dan jaring anti-drone, yang sebelumnya efektif melawan rudal dan drone yang lebih besar seperti Shahed.