Story
RBI Hentikan Fasilitas Swap Valas Lebih Awal Setelah Tarik Dana Masuk Signifikan

Reserve Bank of India (RBI) pada hari Jumat mengumumkan akan menghentikan fasilitas *swap* valuta asing (valas) berdiskon untuk perbankan pada 31 Agustus, satu bulan lebih awal dari jadwal semula pada 30 September. Keputusan ini diambil setelah instrumen tersebut berhasil menarik arus masuk modal asing yang signifikan.
Respons Positif Memicu Penghentian Lebih Awal
Fasilitas ini, yang diperkenalkan pada bulan Juni sebagai bagian dari paket kebijakan untuk memperbaiki posisi neraca pembayaran India, memungkinkan bank melakukan transaksi lindung nilai (*hedging*) tanpa biaya untuk simpanan valas dari nasabah non-residen (FCNR-B).
Dalam sebuah pernyataan, RBI menyatakan, "Mengingat respons positif terhadap skema *swap* simpanan FCNR(B) dan arus masuk valas yang cukup besar, telah diputuskan untuk menghentikan skema ini lebih awal." Langkah ini mengindikasikan bahwa tujuan bank sentral untuk menopang cadangan devisa melalui jalur ini telah tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan.
Rincian Arus Masuk Dana
AdBerdasarkan data yang dirilis, instrumen kebijakan ini telah menunjukkan hasil yang kuat dalam periode singkat. Antara 8 Juni hingga 13 Agustus, RBI mencatat total arus masuk dana sebagai berikut:
- $5,23 miliar melalui simpanan FCNR yang dihimpun oleh bank.
- $170 juta tambahan dari fasilitas *swap* untuk Pinjaman Komersial Eksternal (ECB).
- $280 juta dari pinjaman mata uang asing di luar negeri oleh lembaga pemberi pinjaman yang berwenang.
Fasilitas Lain Tetap Berjalan
Selain fasilitas FCNR(B), paket kebijakan RBI juga mencakup instrumen lindung nilai khusus untuk mendorong perusahaan milik negara dan bank mencari pendanaan di luar negeri. RBI mengonfirmasi bahwa jendela untuk fasilitas terkait Pinjaman Komersial Eksternal dan pinjaman valas di luar negeri akan tetap dibuka sesuai rencana semula, yaitu hingga akhir tahun.