Story
Poundsterling Menguat di Tengah Pelemahan Dolar, Abaikan Kekhawatiran Obligasi Inggris

Poundsterling Inggris menguat terhadap dolar AS pada hari Jumat, karena pelemahan dolar secara luas menutupi kekhawatiran pasar mengenai kondisi keuangan publik Inggris. Pelemahan *greenback* dipicu oleh komentar *dovish* dari seorang pejabat Federal Reserve yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Pada pukul 03:48 Waktu Bagian Timur (14:48 WIB), pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan naik 0,15% menjadi 1,3545. Sementara itu, EUR/USD juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,02% ke level 1,1628.
Pelemahan Dolar AS Jadi Pendorong Utama
Pelemahan dolar terjadi setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengeluarkan pernyataan yang lebih *dovish* dari perkiraan pasar. Komentar ini secara efektif mengurangi probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September, dengan pasar kini memperkirakan peluangnya hanya 50%.
Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek turun 5 basis poin. Chris Turner, Kepala Pasar Global di ING, menyatakan bahwa investor saat ini cenderung percaya bahwa siklus kenaikan suku bunga The Fed akan terbatas. "Ini memberikan tekanan negatif ringan bagi dolar dalam jangka pendek," katanya. Fokus investor kini beralih ke rilis data *Non-Farm Payrolls* AS yang akan datang.
Poundsterling Abaikan Sentimen Domestik
AdKenaikan poundsterling terjadi bukan karena perbaikan fundamental ekonomi Inggris. Sebaliknya, penguatan ini mengabaikan sentimen negatif yang berasal dari aksi jual obligasi pemerintah Inggris (*gilts*) baru-baru ini dan kekhawatiran yang meningkat terhadap kondisi fiskal negara tersebut.
Investor akan menantikan pidato kebijakan penting pertama dari Menteri Keuangan yang baru, John Healey, yang dijadwalkan pada awal pekan depan, yang diperkirakan akan menekankan tanggung jawab fiskal. Meskipun demikian, pasar uang Inggris masih memperkirakan pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Bank of England (BoE) hingga 60 basis poin.
Prospek Pasar dan Mata Uang Lainnya
Di zona euro, euro berupaya pulih setelah pelemahan yang dipicu oleh komentar *hawkish* pejabat The Fed pekan lalu. Menurut analisis ING, pasangan mata uang EUR/GBP diperkirakan akan diperdagangkan dalam rentang 0,8550 hingga 0,8600 dalam jangka pendek.
ING juga menyebutkan pemilihan umum negara bagian di Jerman sebagai "risiko tak terduga" yang dapat memengaruhi stabilitas pemerintahan. Secara keseluruhan, ING mempertahankan proyeksi dasar kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin dan memperkirakan dolar akan "tetap relatif stabil" hingga akhir tahun.