Story
Pound Sterling Menguat Seiring Meredanya Risiko Timur Tengah dan Melemahnya Dolar

Summary
Pound sterling menguat terhadap dolar AS pada hari Jumat karena meredanya risiko geopolitik membuat investor kembali fokus pada perbedaan suku bunga, yang menekan greenback.
Pound sterling diperdagangkan lebih tinggi terhadap dolar AS pada hari Jumat, sementara euro juga mencatat kenaikan tipis. Penguatan ini terutama didorong oleh melemahnya dolar AS secara umum karena meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah, sehingga investor kembali fokus pada diferensial suku bunga.
Rincian Pergerakan Pasar
Pada pukul 10:56 GMT, pasangan mata uang GBP/USD naik 0,16% ke level 1,3429. Sementara itu, EUR/USD menguat tipis 0,03% menjadi 1,1433. Analis mencatat bahwa kenaikan sterling kali ini tidak didorong oleh fundamental ekonomi Inggris atau komentar dari Bank of England, melainkan refleksi dari pelemahan dolar terhadap mata uang utama lainnya.
Menurut Francesco Pesole, ahli strategi valas di ING, dolar tidak mendapatkan keuntungan dari situasi geopolitik saat ini. "Meredanya risiko geopolitik berarti fokus kembali pada diferensial suku bunga, yang dalam beberapa kasus bergerak merugikan USD," catat Pesole.
Pergeseran Fokus dari Geopolitik
Pasar tampak mulai mengabaikan risiko dari konflik AS-Iran, yang terlihat dari harga minyak mentah Brent yang telah turun kembali ke $76 per barel setelah sempat menyentuh $80 pada hari Rabu. Penurunan harga minyak ini turut menekan imbal hasil obligasi AS tenor pendek.
AdMeski demikian, ING memperingatkan bahwa investor mungkin meremehkan kemungkinan eskalasi baru, seperti penutupan Selat Hormuz. Pesole menambahkan bahwa neraca risiko untuk dolar tetap "cenderung ke atas" meskipun pasar saat ini tenang.
Implikasi bagi Suku Bunga
Pergeseran sentimen ini juga memengaruhi ekspektasi suku bunga. Imbal hasil swap USD bertenor 2 tahun telah menghapus sekitar setengah dari lonjakan 10 basis poin yang terjadi setelah eskalasi konflik. Pasar kini memperkirakan adanya pengetatan kebijakan The Fed sebesar 35 basis poin pada bulan Desember.
Untuk zona euro, perubahan harga di pasar swap telah meningkatkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga oleh European Central Bank (ECB) pada bulan September. Namun, ING melihat ruang yang terbatas bagi EUR/USD untuk melanjutkan penguatannya dan memperkirakan stabilisasi di level saat ini, kecuali terjadi lonjakan baru pada harga minyak atau pasar secara tiba-tiba menilai kembali risiko geopolitik.