Story

Pound Sterling Stabil, Dolar Tetap Kuat Jelang Rilis Risalah The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Pound Sterling Stabil, Dolar Tetap Kuat Jelang Rilis Risalah The Fed

Summary

Pound Sterling diperdagangkan datar terhadap dolar AS yang tetap tangguh meskipun data pekerjaan AS lemah. Investor kini menantikan risalah rapat Federal Reserve yang diperkirakan akan bernada hawkish.

Text size
Background

Pound Sterling bergerak nyaris datar pada hari Senin, sementara dolar AS menunjukkan ketahanan meskipun data pekerjaan AS yang dirilis pekan lalu lebih lemah dari perkiraan. Fokus pasar kini beralih ke risalah rapat Federal Reserve yang akan datang, yang diantisipasi akan memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat.

Pada pukul 12:25 GMT, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan sedikit melemah 0,03% ke level 1,3348. Sementara itu, EUR/USD turun lebih tajam sebesar 0,17% menjadi 1,1417.

Dolar Menguat Jelang Risalah Fed

Kekuatan dolar AS saat ini lebih didukung oleh prospek suku bunga daripada katalis tunggal. Data *non-farm payrolls* bulan Juni yang lemah pekan lalu gagal memberikan tekanan jual yang bertahan lama pada *greenback*. Pasar uang saat ini memperkirakan pengetatan kebijakan The Fed sekitar 31 basis poin tahun ini, turun dari puncaknya sebesar 43 bp bulan lalu, namun masih konsisten dengan bias kenaikan suku bunga.

"Posisi jual dolar perlu didukung oleh narasi yang kuat, yang saat ini tidak ada," kata Chris Turner, kepala pasar global di ING. Menurutnya, The Fed "berkomitmen untuk memulihkan stabilitas harga" dan beberapa anggota komite dapat melihat langkah selanjutnya sebagai kenaikan suku bunga. Rilis risalah rapat FOMC pada hari Rabu menjadi peristiwa risiko utama pekan ini, dengan para analis memperkirakan nada yang *hawkish*.

Prospek Sterling dan Risiko Politik

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pelemahan Sterling pada hari Senin tidak didorong oleh fundamental domestik Inggris. Pound berada di dekat level tertinggi dalam dua minggu dan masih mendapat dukungan dari penutupan posisi jual (*short positions*) sebelumnya. Namun, risiko politik di Inggris tetap menjadi faktor laten yang perlu diwaspadai.

ING mencatat bahwa potensi kenaikan pajak di bawah pemerintahan baru dapat menjadi alat penyesuaian fiskal. Pandangan ini, dikombinasikan dengan ekspektasi ING bahwa Bank of England tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini, membuat Sterling rentan untuk melepaskan kembali kenaikannya baru-baru ini setelah transisi politik menjadi lebih jelas.

Euro Menghadapi Tekanan

Di zona euro, pasangan mata uang EUR/USD sedang berkonsolidasi di atas level 1,1400. Menurut analisis ING, pasangan ini kemungkinan akan tetap berada di kisaran 1,13–1,14 hingga ada bukti yang lebih jelas bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Probabilitas pasar untuk kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada bulan September masih di bawah 50%.

Investor akan mengamati pidato dari beberapa pejabat ECB pekan ini, termasuk anggota dewan eksekutif Isabel Schnabel dan Philip Lane, untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Back to latest news

LATEST