Story
Kinerja Philips Kuartal II Tertekan Penundaan Pesanan AS dan Kebijakan Tiongkok

Summary
CEO Philips Roy Jakobs menyatakan bahwa penundaan pesanan besar di AS dan kebijakan pengadaan baru di Tiongkok membebani hasil kuartal kedua, meskipun perusahaan menaikkan prospek margin setahun penuh.
CEO Philips, Roy Jakobs, menyatakan bahwa penundaan pesanan di Amerika Serikat dan tekanan pasar di Tiongkok menjadi faktor utama yang membebani kinerja grup teknologi kesehatan tersebut pada kuartal kedua. Meskipun demikian, perusahaan menaikkan prospek margin untuk keseluruhan tahun.
Faktor Utama Kinerja Kuartal II
Philips melaporkan penurunan 1% dalam penerimaan pesanan yang sebanding (*comparable order intake*) pada kuartal kedua. Menurut laporan Reuters, penurunan ini disebabkan oleh pergeseran beberapa pesanan besar ke kuartal ketiga.
CEO Roy Jakobs menjelaskan kepada wartawan bahwa ini bukanlah sebuah kegagalan, melainkan "masalah waktu." Ia menekankan bahwa beberapa kesepakatan ini bersifat sangat besar, mencakup kontrak jutaan dolar selama beberapa tahun, sehingga waktu penutupannya tidak dapat diprediksi secara pasti.
Tekanan Kebijakan di Pasar Tiongkok
Selain tantangan di AS, analis dari RBC juga menyoroti tekanan berkelanjutan di Tiongkok yang memengaruhi pertumbuhan penjualan kuartal kedua. Pada bulan Juli, Tiongkok mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan semua institusi medis publik untuk membeli peralatan medis melalui program pengadaan terpusat.
Ad"Kami telah melihat bahwa hal ini menyebabkan semacam gejolak pasar dan penurunan pertumbuhan," kata Jakobs dalam panggilan pers. Ia menambahkan, "Kami memperkirakan situasi yang lebih menantang secara struktural di Tiongkok, yang telah kami antisipasi dalam perencanaan kami."
Prospek dan Reaksi Pasar
Terlepas dari tantangan tersebut, Philips berhasil melaporkan margin laba inti kuartalan di atas ekspektasi analis, sebagian berkat pengembalian dana tarif AS. Hal ini mendorong perusahaan untuk menaikkan prospek marginnya untuk setahun penuh.
Namun, investor tampaknya lebih fokus pada tantangan penerimaan pesanan. Saham Philips yang terdaftar di AS turun 4,4% menjadi $25,02 pada hari Senin setelah pengumuman tersebut. Sementara itu, saham yang terdaftar di Amsterdam diindikasikan akan turun antara 3% hingga 5% sebelum pembukaan pasar.