Story
Philippine Airlines Akan Pesan 15 Boeing 787 dan 9 Airbus A350

Philippine Airlines (PAL) dilaporkan bersiap untuk memesan total 24 pesawat berbadan lebar, yang terdiri dari 15 unit Boeing 787-10 dan sembilan unit Airbus A350-1000. Menurut sumber industri yang dikutip oleh Reuters, kesepakatan ini akan menjadi pembelian pesawat Boeing pertama bagi maskapai tersebut dalam hampir dua dekade.
Rincian Pemesanan Strategis
Pemesanan ini, yang diperkirakan akan diumumkan di Farnborough Airshow bulan ini, menandai langkah signifikan dalam program modernisasi armada PAL. Pembagian pesanan antara dua produsen pesawat terbesar di dunia ini merupakan strategi umum yang digunakan oleh maskapai besar untuk diversifikasi dan meningkatkan daya tawar.
Keputusan untuk mengakuisisi Boeing 787 secara otomatis akan memicu kompetisi terpisah untuk kontrak mesin antara Rolls-Royce dari Inggris dan GE Aerospace dari Amerika Serikat. Baik Airbus, Boeing, maupun Philippine Airlines menolak memberikan komentar resmi mengenai diskusi komersial ini.
Konteks Ekspansi dan Modernisasi Armada
Langkah ini sejalan dengan pernyataan presiden PAL pada KTT industri bulan Juni, di mana ia mengindikasikan rencana pemesanan pesawat baru dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini, armada pesawat berbadan lebar PAL didominasi oleh Airbus A330 dan Boeing 777 generasi sebelumnya, di samping beberapa unit A350 yang lebih baru.
AdPembelian pesawat generasi baru ini sangat penting bagi rencana ekspansi PAL, termasuk rencananya untuk bergabung dengan aliansi maskapai global oneworld Alliance. Langkah ini akan meningkatkan konektivitas global maskapai dan mengakhiri isolasinya dari grup maskapai besar.
Implikasi bagi Pasar
Bagi pasar aviasi, pemesanan besar dari maskapai sekelas Philippine Airlines menandakan kepercayaan yang kuat terhadap pemulihan permintaan perjalanan jarak jauh pasca-pandemi. Jika terkonfirmasi, kesepakatan ini akan menjadi kemenangan signifikan bagi buku pesanan (order book) Boeing dan Airbus, khususnya untuk model pesawat andalan mereka.
Bagi investor, langkah ini menunjukkan komitmen PAL untuk investasi modal jangka panjang yang bertujuan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan pengalaman penumpang. Modernisasi armada adalah kunci untuk tetap kompetitif di pasar penerbangan Asia yang sangat ketat.