Story

Saham Oklo Jatuh Usai Umumkan Program Penawaran Saham Senilai $1 Miliar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20261 min read
Saham Oklo Jatuh Usai Umumkan Program Penawaran Saham Senilai $1 Miliar

Summary

Saham perusahaan teknologi nuklir Oklo Inc. turun setelah mengumumkan program penawaran saham baru senilai hingga $1 miliar, yang menimbulkan kekhawatiran investor akan potensi dilusi.

Text size
Background

Saham Oklo Inc. (NYSE:OKLO) anjlok 3,5% pada perdagangan Jumat pagi setelah perusahaan teknologi nuklir tersebut mengumumkan program penawaran saham *at-the-market* (ATM) baru yang berpotensi menghimpun dana hingga $1 miliar.

Detail Program Penawaran

Berdasarkan perjanjian distribusi ekuitas yang ditandatangani pada 11 September 2026, Oklo dapat menjual saham biasa Kelas A hingga senilai $1 miliar. Penjualan ini akan difasilitasi oleh sepuluh agen penjualan, termasuk nama-nama besar di Wall Street seperti Goldman Sachs & Co. LLC, BofA Securities, Inc., dan J.P. Morgan Securities LLC.

Penjualan saham dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk transaksi broker biasa di Bursa Efek New York (NYSE), di pasar *over-the-counter* (OTC), atau melalui transaksi yang dinegosiasikan secara privat. Menurut perjanjian tersebut, para agen penjualan akan menerima komisi hingga 1,5% dari harga penjualan kotor per saham yang terjual.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Reaksi Pasar dan Konteks

Pengumuman program penawaran saham baru sering kali memberikan tekanan jual pada saham perusahaan. Investor mengantisipasi adanya *dilusi*, di mana penerbitan saham baru akan mengurangi persentase kepemilikan pemegang saham yang ada, sehingga berpotensi menurunkan nilai per lembar saham.

Perjanjian baru ini menggantikan perjanjian distribusi ekuitas sebelumnya tertanggal 13 Mei 2026, yang telah dihentikan oleh Oklo efektif per 10 September 2026. Di bawah program sebelumnya, perusahaan telah berhasil menjual 17.971.448 lembar saham dan memperoleh pendapatan kotor sekitar $1 miliar. Oklo menyatakan tidak dikenakan penalti apa pun terkait penghentian perjanjian lama tersebut.

Back to latest news

LATEST