Story

Saham Energi Global Anjlok Setelah Harga Minyak Merosot Akibat Meredanya Ketegangan AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20262 min read
Saham Energi Global Anjlok Setelah Harga Minyak Merosot Akibat Meredanya Ketegangan AS-Iran

Summary

Saham-saham produsen minyak dan gas di seluruh dunia anjlok tajam setelah harga minyak mentah turun signifikan, menyusul penghentian serangan militer AS terhadap Iran yang mengurangi kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.

Text size
Background

Saham-saham perusahaan minyak dan gas global mengalami tekanan jual yang signifikan setelah Amerika Serikat menghentikan serangan militer selama dua minggu terhadap Iran. Langkah ini, yang direspons oleh sinyal dari Teheran untuk menangguhkan serangannya sendiri, meredakan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah dan menyebabkan harga minyak mentah merosot tajam.

Koreksi Tajam di Pasar Saham

Di Eropa, indeks sektor minyak dan gas di kawasan tersebut turun sekitar 2%. Penurunan tajam dialami oleh beberapa perusahaan besar, antara lain:

  • Equinor anjlok 5,4%
  • Var Energi, Eni, dan Maurel & Prom masing-masing turun lebih dari 4%
  • BP terkoreksi 3,6%
  • TotalEnergies dan OMV melemah sekitar 3%

Pasar saham AS juga mencatatkan pelemahan di sektor energi. Saham Chevron dan Exxon Mobil turun sekitar 2,5%, sementara ConocoPhillips merosot 3,1%. Perusahaan lain seperti Occidental Petroleum dan Devon Energy masing-masing turun 3,7% dan 3%.

Pemicu Pelemahan Harga Minyak

Sample IUX Markets – In-articleAd

Aksi jual saham energi ini dipicu langsung oleh anjloknya harga minyak. Menurut data, kontrak berjangka minyak mentah Brent anjlok 6,7% menjadi $90,24 per barel. Penurunan ini terjadi setelah pejabat AS menyatakan bahwa jeda serangan dimaksudkan untuk memberikan "ruang" bagi perundingan damai, menyusul dorongan yang dipimpin oleh Tiongkok untuk menghidupkan kembali negosiasi.

Iran juga dilaporkan menahan diri dari operasi militer terhadap target regional dalam beberapa hari terakhir dan menyatakan akan membalas penghentian serangan tersebut dengan langkah serupa. Investor merespons positif jeda ini, terutama setelah sebelumnya Gedung Putih dilaporkan sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran" terhadap Iran.

Ketidakpastian Masih Membayangi

Meskipun ada jeda, para analis memperingatkan bahwa jalan menuju perdamaian yang langgeng masih belum pasti. Tanda-tanda konflik yang lebih luas tetap ada, seperti serangan pasukan Arab Saudi terhadap target Houthi yang didukung Iran di Yaman dan laporan serangan Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia.

Negosiator masih harus mencapai kesepakatan mengenai isu-isu paling krusial, termasuk masa depan program nuklir Iran, potensi pelonggaran sanksi, dan dukungan Teheran untuk kelompok proksi di Timur Tengah. Selain itu, Selat Hormuz, jalur yang dilalui seperlima pasokan minyak global sebelum konflik, dilaporkan masih ditutup oleh blokade AS.

Back to latest news

LATEST