Story

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Melonjak dan Pasar Saham Global Goyah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Melonjak dan Pasar Saham Global Goyah

Summary

Eskalasi militer terbaru antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak mentah melonjak tajam. Kondisi ini memicu aksi jual di pasar saham global, terutama pada sektor semikonduktor.

Text size
Background

Harga minyak melonjak pada hari Rabu setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan militer baru, menandai eskalasi paling signifikan sejak kedua negara menyetujui gencatan senjata bulan lalu. Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara telah "berakhir". Langkah ini menyusul serangan terhadap beberapa kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan keputusan Washington untuk mencabut keringanan sanksi terhadap minyak Iran.

Kenaikan harga minyak mentah Brent yang diperdagangkan di atas $78 per barel memberikan tekanan pada pasar saham global. Pasar saham di Asia goyah akibat aksi jual yang berlanjut pada saham-saham cip. Indeks KOSPI Korea Selatan, yang memiliki banyak saham cip, telah tergelincir ke wilayah pasar bearish, turun 20% dari rekor penutupan pada akhir Juni, meskipun secara tahunan masih mencatatkan kenaikan lebih dari 70%.

Koreksi juga terjadi di pasar Eropa yang dibuka lebih rendah, sementara bursa berjangka Wall Street juga menunjukkan penurunan tajam. Aksi jual saham semikonduktor juga terjadi di AS, dengan indeks cip SOX turun hampir 5% dan Nasdaq turun lebih dari 1% pada hari Selasa. Saham produsen cip Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix juga ditutup lebih rendah pada hari Rabu.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di tempat lain, dolar Selandia Baru melonjak setelah bank sentral negara itu menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,5% untuk memerangi inflasi. Langkah ini menjadi pengingat akan tekanan harga yang terus berlanjut secara global, yang kini diperparah oleh ketidakpastian baru atas pasokan energi dari Timur Tengah. Para investor kini menantikan rilis risalah pertemuan kebijakan The Fed bulan lalu untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Back to latest news

LATEST