Story

Harga Minyak Bertahan Stabil di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Blokade Houthi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20262 min read
Harga Minyak Bertahan Stabil di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Blokade Houthi

Summary

Harga minyak mentah sedikit berubah setelah naik lebih dari 1% di sesi sebelumnya, karena investor menimbang eskalasi konflik AS-Iran dan risiko blokade laut oleh Houthi terhadap Arab Saudi.

Text size
Background

Harga minyak mentah relatif stabil dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, mempertahankan kenaikan lebih dari 1% dari sesi sebelumnya. Investor saat ini tengah mencermati eskalasi permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran serta ancaman gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Pada pukul 20:35 ET (00:35 GMT), kontrak berjangka Brent Oil untuk pengiriman September sedikit turun 0,3% menjadi $88,96 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan datar di level $82,53 per barel. Kedua kontrak acuan tersebut ditutup hampir 1% lebih tinggi pada hari Senin di tengah ketidakpastian yang meningkat.

Ketegangan Geopolitik Mendorong Harga

Sentimen pasar ditopang oleh perkembangan geopolitik yang memanas. Gerakan Houthi di Yaman, yang didukung Iran, mengumumkan embargo maritim yang menargetkan Arab Saudi. Blokade ini mengancam pelayaran melalui selat Bab al-Mandeb, sebuah jalur strategis penting yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.

Gangguan berkelanjutan di selat tersebut, yang menangani sekitar 12% dari total perdagangan global dan volume pengiriman minyak yang signifikan, dapat memaksa kapal tanker mengambil rute yang lebih panjang mengelilingi Afrika bagian selatan. Hal ini berpotensi menaikkan biaya pengiriman dan menyebabkan keterlambatan pasokan.

Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya pertempuran antara AS dan Iran. Pasukan AS dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran, sementara Teheran melakukan serangan balasan terhadap sekutu AS di kawasan tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Para analis mencatat bahwa risiko geopolitik terus menopang harga minyak mentah. Namun, kenaikan harga masih terbatas oleh ekspektasi bahwa episode ketegangan di Timur Tengah sebelumnya pada akhirnya mereda tanpa menyebabkan gangguan besar pada aliran minyak global.

Para pedagang cenderung berhati-hati dan enggan mengambil posisi besar di tengah perkembangan yang cepat berubah. Pasar tetap fluktuatif, bergerak di antara harapan adanya diplomasi baru dan kekhawatiran akan disrupsi pasokan.

Selanjutnya, perhatian pasar akan beralih ke data mingguan cadangan minyak mentah AS. Laporan dari American Petroleum Institute (API) akan dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh data resmi dari Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu, untuk mendapatkan sinyal baru mengenai permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Back to latest news

LATEST