Story

Harga Minyak Melonjak Pasca Serangan AS ke Target Iran di Dekat Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 31, 20261 min read
Harga Minyak Melonjak Pasca Serangan AS ke Target Iran di Dekat Selat Hormuz

Summary

Harga minyak mentah naik lebih dari 1,5% dalam perdagangan Asia setelah militer AS menyerang peluncur rudal Iran, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan di jalur pelayaran minyak yang vital.

Text size
Background

Harga minyak naik signifikan dalam perdagangan Asia pada hari Senin menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak. Insiden ini memicu kembali kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz yang strategis.

Pada pukul 20:07 ET (00:07 GMT), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik 1,7% menjadi $89,62 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,6% ke level $84,69 per barel.

Eskalasi Tensi Militer

Kenaikan harga dipicu oleh operasi militer AS pada hari Minggu terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, yang berlokasi di dekat Selat Hormuz. Ini menandai serangan pertama AS yang diketahui di wilayah Iran sejak akhir Juli.

Seorang pejabat AS, seperti dikutip media, mengatakan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terpantau sedang mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke jalur perairan tersebut. Sebagai balasan, sebuah laporan dari Fox News yang mengutip sumber AS menyebutkan bahwa Iran meluncurkan rudal ke arah pasukan AS yang ditempatkan di Yordania, meskipun sebagian besar berhasil dicegat tanpa dampak signifikan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi bagi Pasokan Global

Perkembangan terakhir ini memperbarui kekhawatiran investor mengenai keamanan pasokan di Timur Tengah. Selat Hormuz merupakan salah satu titik kritis terpenting di dunia, di mana sekitar seperlima dari total pasokan minyak global biasanya melewatinya.

Konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan telah secara signifikan mengganggu lalu lintas pelayaran di area tersebut. Pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap perkembangan konflik di Timur Tengah tahun ini, dengan harga Brent berulang kali bergejolak seiring dengan pergeseran ekspektasi eskalasi militer dan prospek pemulihan pelayaran.

Back to latest news

LATEST