Story

Harga Minyak Menguat di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Ancaman Penutupan Laut Merah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 17, 20262 min read
Harga Minyak Menguat di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Ancaman Penutupan Laut Merah

Summary

Harga minyak mentah naik karena meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan di jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz dan Laut Merah.

Text size
Background

Harga minyak mentah menguat pada perdagangan hari Jumat, menghapus kerugian dari sesi sebelumnya, di tengah meningkatnya permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran investor terhadap keamanan pasokan minyak global.

Eskalasi Serangan Militer

Ketegangan geopolitik di Teluk meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sasaran di dekat pantai selatan Iran selama beberapa hari berturut-turut. Menurut pernyataan dari Komando Pusat AS (U.S. Central Command), pasukan AS memulai "gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam keenam berturut-turut untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran."

Teheran membalas dengan menembakkan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara tetangga. Eskalasi ini secara efektif mengakhiri gencatan senjata yang sempat disepakati bulan lalu dan kini membatasi aliran minyak keluar dari Selat Hormuz yang strategis.

Ancaman Gangguan Pasokan di Jalur Utama

Kekhawatiran pasar semakin dalam setelah tiga sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pimpinan Iran telah meminta sekutunya, gerakan Houthi, untuk bersiap menutup rute minyak Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur listrik Iran. Ancaman terhadap dua jalur air paling vital untuk transportasi minyak global ini menjadi pendorong utama kenaikan harga.

Sample IUX Markets – In-articleAd

"Keamanan minyak masih menjadi isu kritis," kata Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol dalam sebuah acara di Washington. "Kita harus khawatir, dan saya khawatir, jika situasinya tidak membaik dalam beberapa minggu ke depan," tambahnya, menyoroti potensi dampak yang signifikan terhadap pasar energi.

Pergerakan Harga di Pasar

Sebagai respons terhadap perkembangan ini, harga minyak acuan menunjukkan kenaikan signifikan. Hingga pukul 01:18 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent naik $1,05, atau sekitar 1,25%, menjadi $85,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $1,03, atau 1,3%, menjadi $79,98 per barel.

Kedua kontrak acuan tersebut telah melonjak hampir 12% sepanjang minggu ini. Kenaikan ini menempatkan Brent pada jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sementara WTI menuju kenaikan mingguan kedua berturut-turut, yang mencerminkan premi risiko geopolitik yang kembali diperhitungkan oleh pasar.

Back to latest news

LATEST