Story

Blokade Selat Hormuz Berlanjut, Harga Minyak Dekati Level Tertinggi Dua Pekan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20261 min read
Blokade Selat Hormuz Berlanjut, Harga Minyak Dekati Level Tertinggi Dua Pekan

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya, mendekati level tertinggi dalam dua minggu terakhir, di tengah kebuntuan antara AS dan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan serangan berkelanjutan di Laut Merah.

Text size
Background

Harga minyak mentah naik pada hari Rabu, melanjutkan tren positif baru-baru ini hingga mendekati level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan jangka panjang dari Timur Tengah akibat kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terkait blokade Selat Hormuz.

Rincian Kenaikan Harga

Menurut data yang dirilis Investing.com, hingga Rabu malam waktu AS, harga acuan minyak global menunjukkan penguatan yang signifikan. Angka-angka tersebut mencerminkan sentimen pasar yang waspada terhadap risiko geopolitik.

  • Minyak mentah berjangka Brent naik 0,7% menjadi $89,55 per barel.
  • Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,8% menjadi $83,89 per barel.

Pemicu Utama: Ketegangan di Selat Hormuz

Faktor utama yang menopang harga adalah mandeknya negosiasi antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan strategis ini, yang sebelum konflik menangani sekitar 20% dari pasokan minyak global, masih minim aktivitas pelayaran.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Iran mengisyaratkan bahwa blokade akan terus berlanjut kecuali Washington memenuhi tuntutan kompensasinya. Sikap ini mendapat penolakan keras dari Presiden AS Donald Trump. Ketegangan semakin memuncak setelah Washington mengumumkan telah menyerang sebuah kapal yang diduga sedang berlayar menuju Iran.

Faktor Tambahan dan Implikasi Pasar

Selain kebuntuan di Selat Hormuz, pasar juga mencermati eskalasi di Laut Merah. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman terus melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Kelompok ini sebelumnya juga telah mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi.

Serangkaian perkembangan ini mengindikasikan bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan mereda dalam waktu dekat. Bagi investor, hal ini memperkuat kekhawatiran akan gangguan pasokan yang lebih lanjut, sehingga memberikan dukungan kuat bagi harga minyak mentah.

Back to latest news

LATEST