Story
Harga Minyak Menuju Kenaikan Mingguan di Tengah Serangan Laut Merah dan Pemangkasan Produksi Kazakhstan

Summary
Harga minyak mentah bersiap untuk kenaikan mingguan yang signifikan, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat serangan Houthi di Laut Merah dan pemotongan produksi sementara di Kazakhstan.
Harga minyak mentah berada di jalur untuk kenaikan mingguan yang tajam, dipicu oleh dua gangguan pasokan besar: serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah yang meningkatkan ketegangan geopolitik, dan pemotongan produksi sementara di Kazakhstan setelah rute ekspor utamanya ditutup.
Eskalasi Geopolitik di Laut Merah
Sentimen pasar didorong oleh kekhawatiran bahwa serangan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi dapat menyebabkan penutupan Bab el-Mandeb. Selat ini merupakan jalur pelayaran strategis yang mengontrol akses dari Laut Merah ke Samudra Hindia dan merupakan salah satu rute minyak terpenting di dunia setelah Selat Hormuz.
Akibat serangan tersebut, harga minyak melonjak pada hari Kamis, dengan Brent untuk pertama kalinya ditutup di atas $100 sejak Mei. "Jerat di sekitar rute pasokan energi global kembali mengencang," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.
Gangguan Pasokan dari Kazakhstan
Faktor pendukung harga lainnya datang dari Kazakhstan. Kementerian Energi negara itu mengumumkan bahwa perusahaan minyak untuk sementara mengurangi produksi setelah terminal ekspor utama di Laut Hitam terpaksa ditutup. Penutupan ini, menurut sumber industri, disebabkan oleh dugaan serangan drone Ukraina.
AdRute ekspor melalui Caspian Pipeline Consortium (CPC) tersebut menangani sekitar 2% dari pasokan minyak mentah harian global. Meskipun kementerian tidak merinci skala pemotongan, sebuah sumber menyebutkan bahwa salah satu ladang minyak terbesar di negara itu telah mengurangi produksinya lebih dari setengah.
Pergerakan Harga di Pasar
Meskipun mengalami sedikit penurunan pada perdagangan hari Jumat, harga minyak tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan yang substansial. Berdasarkan data dari Reuters per 0126 GMT:
- Minyak Brent turun 0,72% menjadi $99,97 per barel, namun menuju kenaikan mingguan sebesar 13,5%.
- Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,76% menjadi $91,49 per barel, di jalur untuk kenaikan mingguan 10,9%.
Kombinasi dari risiko geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dan gangguan pasokan fisik di Eropa Timur telah secara signifikan memperketat prospek pasokan global, memberikan dukungan kuat terhadap harga minyak.