Story

Minyak Mentah Melonjak dan Saham Chip Anjlok di Tengah Ketegangan AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Minyak Mentah Melonjak dan Saham Chip Anjlok di Tengah Ketegangan AS-Iran
Text size
Background

Harga minyak mentah melonjak sementara saham-saham chip anjlok pada awal perdagangan Senin, setelah eskalasi aksi militer antara Amerika Serikat dan Iran selama akhir pekan memicu kekhawatiran di pasar global. Investor kini bersiap menghadapi minggu yang sibuk dengan rilis laporan keuangan kuartal kedua dan data inflasi AS.

Eskalasi Timur Tengah Dorong Harga Minyak

Ketegangan geopolitik meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap target-target Iran pada hari Minggu, yang dibalas oleh Teheran dengan menargetkan fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania pada hari Senin. Menurut laporan Reuters, respons pasar komoditas langsung terasa.

Harga minyak mentah Brent melonjak hingga mendekati $80 per barel pada awal sesi Senin sebelum sedikit terkoreksi ke level sekitar $78 per barel. Eskalasi ini kembali menciptakan ketidakpastian atas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak global.

  • Terdapat klaim yang saling bertentangan, di mana Iran menyatakan telah menutup selat tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan selat itu tetap terbuka.
  • Data pelacakan kapal dari Kpler menunjukkan penurunan drastis transit kapal tanker. Hanya enam kapal yang melintasi jalur air tersebut pada hari Minggu, angka terendah dalam lima minggu terakhir.

Saham Chip Anjlok, KOSPI Masuki *Bear Market*

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di pasar ekuitas, volatilitas melanda saham-saham semikonduktor. Indeks KOSPI Korea Selatan, yang memiliki bobot besar pada saham chip, anjlok hampir 9% pada penutupan Senin, jatuh di bawah level 7.000 untuk pertama kalinya sejak awal Mei.

Penurunan tajam ini secara resmi mendorong KOSPI ke dalam wilayah *bear market*, berada sekitar 25% di bawah puncak yang dicapai pada 22 Juni. Pelemahan ini sebagian besar didorong oleh anjloknya saham produsen chip memori SK Hynix sebesar lebih dari 15%, yang merupakan penurunan harian terbesar dalam sejarah perusahaan.

Sentimen Pasar Global dan Fokus ke Depan

Secara umum, sentimen di pasar saham global tampak berhati-hati. Kontrak berjangka Wall Street berada di zona merah sebelum pembukaan, dan bursa saham Eropa juga dibuka lebih rendah. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah menunjukkan kenaikan.

Fokus investor kini akan beralih ke musim laporan keuangan kuartal kedua yang dimulai minggu ini, terutama dari bank-bank besar AS pada hari Selasa. Selain itu, pasar juga akan mencermati rilis data inflasi harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Juni, yang juga dijadwalkan pada hari Selasa, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.

Back to latest news

LATEST