Story

Harga Minyak Naik Hari Ketiga di Tengah Ancaman Serangan AS ke Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
Harga Minyak Naik Hari Ketiga di Tengah Ancaman Serangan AS ke Iran

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya untuk sesi ketiga berturut-turut karena meningkatnya ketegangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam aksi militer lebih lanjut terhadap Iran dan Washington melanjutkan blokade maritim.

Text size
Background

Harga minyak mentah naik untuk sesi ketiga berturut-turut dalam perdagangan Asia pada hari Rabu, didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam aksi militer lebih lanjut terhadap Iran dan Washington melanjutkan blokade pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.

Kedua harga patokan minyak global diperdagangkan di level tertinggi dalam sebulan terakhir, melanjutkan lonjakan yang telah mencapai hampir 10% sejak awal pekan.

Kenaikan Harga Patokan Global

Menurut data pasar hingga pukul 01:01 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 1,7% menjadi $86,15 per barel. Sementara itu, patokan West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,3% ke level $80,34 per barel.

Kenaikan ini menambah premi risiko pada harga minyak, karena investor mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang signifikan dari wilayah tersebut jika konflik militer benar-benar terjadi.

Eskalasi Ketegangan AS-Iran

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sentimen pasar memanas setelah Presiden Trump, dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang disiarkan pada Selasa malam, menyatakan bahwa serangan AS akan diintensifkan kecuali Teheran kembali ke meja perundingan. Trump secara spesifik memperingatkan bahwa Washington dapat menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada pekan depan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Selain ancaman verbal, Amerika Serikat juga telah melanjutkan blokade terhadap pelayaran Iran pada Selasa malam. Langkah ini secara langsung menghambat aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur air vital bagi perdagangan minyak global, yang telah melambat tajam akibat konflik yang kembali memanas.

Fokus pada Data Inventaris AS

Di tengah kekhawatiran geopolitik, pasar juga mencermati data pasokan fundamental. Data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun tipis sebesar 56.000 barel pekan lalu. Angka ini jauh di bawah ekspektasi analis untuk penarikan sebesar 2,7 juta barel.

Biasanya, penarikan stok yang lebih kecil dari perkiraan dapat menekan harga karena mengindikasikan permintaan yang lebih lemah. Namun, saat ini pasar lebih fokus pada risiko geopolitik. Investor kini menantikan data resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis pada hari Rabu untuk konfirmasi lebih lanjut mengenai tren stok mingguan.

Back to latest news

LATEST