Story
Harga Minyak Turun Akibat Lonjakan Stok AS, Abaikan Kekhawatiran Pasokan Saudi

Summary
Harga minyak mentah turun setelah data industri menunjukkan kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS, yang menutupi kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan dari Arab Saudi.
Harga minyak terkoreksi pada hari Rabu setelah data industri menunjukkan lonjakan tak terduga dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Perkembangan ini membayangi kekhawatiran investor mengenai risiko pasokan setelah Arab Saudi menangguhkan pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu menyusul serangan terhadap pipa minyak utamanya.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 93 sen, atau 0,86%, menjadi $107,82 per barel pada pukul 00:28 GMT. Sementara itu, patokan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 97 sen, atau 0,92%, ke level $104,86 per barel.
Stok AS Melonjak di Luar Dugaan
Menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS semuanya naik pada pekan lalu. Data tersebut menunjukkan beberapa poin kunci:
- Persediaan minyak mentah naik sebesar 7,1 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 11 September.
- Angka ini sangat kontras dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penarikan (drawdown) sekitar 1,6 juta barel.
- Kenaikan tak terduga pada stok bensin dan solar juga turut menekan harga.
Kenaikan stok regional ini memberikan tekanan jual pada pasar, meskipun beberapa analis, seperti Haitong Futures, menyatakan dalam sebuah catatan bahwa hal ini tidak mengubah kondisi fundamental pasar minyak global yang masih ketat.
Gangguan Pasokan Saudi Menjadi Sorotan
AdPenurunan harga terjadi meskipun ada berita signifikan dari Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia. Sumber-sumber melaporkan pada hari Selasa bahwa pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu telah ditangguhkan setelah negara itu menutup Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) miliknya menyusul serangan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman pada hari Jumat.
Pipa tersebut sangat vital, digunakan untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel per hari, atau sekitar 4% dari pasokan global, ke pelabuhan Laut Merah. Terdapat ketidakpastian mengenai durasi penutupan; Menteri Energi AS menyatakan aliran minyak akan kembali normal dalam beberapa hari, sementara sumber lain mengatakan perbaikan penuh bisa memakan waktu lima hingga enam minggu.
Konteks Pasar Lebih Luas
Kekhawatiran terhadap permintaan yang dipicu oleh kenaikan stok AS untuk sementara waktu mengalahkan kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. Sebelum penurunan ini, kedua patokan minyak telah ditutup lebih dari $3 lebih tinggi pada hari Selasa, mencapai level tertinggi sejak 19 Mei, didorong oleh berita penangguhan pemuatan di Yanbu.
Di tempat lain, National Oil Corporation (NOC) Libya melaporkan bahwa operasi di tiga ladang minyak ditangguhkan karena protes. Namun, Ketua NOC Massoud Suleman mengatakan kepada Reuters bahwa produksi minyak negara itu tidak terpengaruh secara signifikan dan tetap berada di sekitar 1,4 juta barel per hari.