Story

Harga Minyak Naik 5 Hari Beruntun Usai Houthi Klaim Serang Tanker Arab Saudi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20262 min read
Harga Minyak Naik 5 Hari Beruntun Usai Houthi Klaim Serang Tanker Arab Saudi

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan penguatannya untuk sesi kelima, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Laut Merah setelah militan Houthi mengklaim serangan terhadap dua tanker minyak Arab Saudi.

Text size
Background

Harga minyak mentah menguat dalam perdagangan Asia pada hari Kamis, menandai kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut. Penguatan ini dipicu oleh klaim militan Houthi yang bersekutu dengan Iran bahwa mereka telah menyerang dua tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, sehingga meningkatkan kekhawatiran investor akan gangguan pasokan yang lebih dalam di rute pelayaran utama Timur Tengah.

Detail Serangan dan Reaksi Pasar

Kelompok Houthi pada hari Kamis menyatakan bahwa mereka menargetkan tanker Saudi bernama ENCELA dan LAYLIA, menuduh keduanya melanggar blokade maritim yang baru-baru ini diumumkan. Otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi adanya kerusakan, namun insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang semakin mengancam infrastruktur energi dan pelayaran global.

Menyikapi perkembangan ini, pasar bereaksi dengan cepat. Pada pukul 20:33 ET (00:33 GMT), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 1,7% menjadi $95,62 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,5% ke level $88,18 per barel.

Risiko Rute Pelayaran Utama Meningkat

Serangan ini meningkatkan risiko pada jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik transit energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan berkelanjutan di wilayah ini dapat memaksa kapal tanker untuk mengubah rute melalui Afrika bagian selatan, yang akan memperpanjang waktu pelayaran dan menaikkan biaya pengiriman.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kekhawatiran pasar semakin diperparah oleh ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang menambah ketidakpastian pada lalu lintas di Selat Hormuz, rute vital lainnya untuk ekspor minyak global. Para pelaku pasar kini semakin fokus pada risiko transportasi, kenaikan biaya asuransi, dan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi.

Data Inventaris AS Tunjukkan Kenaikan

Di tengah kekhawatiran geopolitik, data dari pemerintah AS menunjukkan gambaran fundamental yang berbeda. Energy Information Administration (EIA) melaporkan kenaikan tak terduga pada stok minyak mentah komersial.

  • Stok minyak mentah komersial naik sebesar 2,0 juta barel menjadi 411,7 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memprediksi adanya penurunan.
  • Stok bensin juga meningkat sebesar 0,8 juta barel.
  • Stok sulingan (distillate) naik 1,4 juta barel.

Kenaikan stok ini menunjukkan bahwa dari sisi pasokan di Amerika Serikat, kondisi pasar tidak seketat yang diperkirakan, memberikan faktor penyeimbang terhadap premi risiko geopolitik yang saat ini mendorong harga.

Back to latest news

LATEST