Story

Harga Minyak Turun 4 Hari Beruntun di Tengah Harapan Diplomatik Timur Tengah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 27, 20262 min read
Harga Minyak Turun 4 Hari Beruntun di Tengah Harapan Diplomatik Timur Tengah

Summary

Harga minyak mentah Brent dan WTI melanjutkan pelemahannya untuk sesi keempat berturut-turut, tertekan oleh optimisme pasar terhadap perundingan diplomatik di Timur Tengah yang berpotensi memulihkan pasokan.

Text size
Background

Harga minyak melanjutkan penurunannya untuk hari keempat berturut-turut pada hari Kamis, karena para pelaku pasar menaruh harapan pada upaya diplomatik di Timur Tengah yang dapat membuka jalan bagi pemulihan pasokan minyak dari wilayah tersebut.

Optimisme mengenai potensi kesepakatan gencatan senjata sebagian besar telah membayangi ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang membebani harga minyak selama sepekan terakhir.

Pelemahan Harga Patokan Global

Berdasarkan data Investing.com pada pukul 04:54 ET (16:54 WIB), harga minyak mentah berjangka Brent sebagai patokan global turun 0,5% menjadi $87,37 per barel. Sementara itu, patokan minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), juga melemah 0,5% ke level $81,79 per barel.

Kedua kontrak acuan tersebut telah mencatat penurunan kumulatif lebih dari 6% selama sepekan terakhir. Sentimen pasar cenderung membaik meskipun AS memberlakukan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Iran pada awal pekan ini.

Sinyal Positif dari Perundingan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Harapan pasar dipicu oleh berbagai laporan yang mengindikasikan potensi de-eskalasi konflik. Beberapa perkembangan kunci yang menjadi sorotan investor antara lain:

  • Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa AS dan Iran telah mencapai konsensus mengenai kesepakatan gencatan senjata baru, yang pengumumannya diperkirakan akan segera dilakukan.
  • Terdapat laporan bahwa Iran dan Oman mendekati kesepakatan mengenai jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
  • Pakistan, yang bertindak sebagai mediator regional, menyatakan adanya kemajuan positif dalam perundingan damai dengan Iran.

Risiko Geopolitik Masih Membayangi

Meski demikian, sejumlah faktor risiko masih ada. Teheran memperingatkan bahwa bahkan jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz—yang sebelumnya menangani sekitar 20% dari transportasi minyak mentah global—mungkin tidak akan segera dibuka kembali. Data pelayaran juga menunjukkan arus minyak melalui selat tersebut masih jauh di bawah level sebelum konflik.

Di sisi lain, konflik di Eropa Timur kembali memanas. Laporan menyebutkan bahwa Rusia berencana meningkatkan serangan militer terhadap Ukraina setelah menilai perundingan menemui jalan buntu. "Pasar komoditas tetap fokus pada Timur Tengah," tulis analis dari ING dalam sebuah catatan, seraya menambahkan bahwa konflik Rusia-Ukraina saat ini kurang menjadi perhatian utama pasar.

Back to latest news

LATEST