Story

Harga Minyak Turun Tipis Setelah Reli Akibat Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 2, 20262 min read
Harga Minyak Turun Tipis Setelah Reli Akibat Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Summary

Harga minyak mentah sedikit terkoreksi pada hari Rabu setelah melonjak tajam di sesi sebelumnya, karena pasar menimbang kembali risiko pasokan di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Text size
Background

Harga minyak mentah bergerak lebih rendah pada perdagangan hari Rabu, mengambil jeda setelah lonjakan signifikan yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan jangka panjang dari Timur Tengah.

Menurut data Investing.com pada pukul 19:32 WIB, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November turun 0,2% menjadi $94,48 per barel, sementara patokan West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,8% ke level $89,49 per barel. Sebelumnya, Brent sempat menyentuh level tertinggi di $97,04. Kedua harga patokan tersebut telah melonjak hampir 5% pada sesi sebelumnya, mencapai level tertinggi dalam sekitar lima minggu.

Eskalasi Konflik Memicu Kekhawatiran Pasokan

Kenaikan harga dipicu setelah AS melancarkan serangan udara baru terhadap target-target Iran, yang dibalas oleh Iran dengan serangan rudal dan drone terhadap pasukan AS di Yordania dan Bahrain. Insiden ini menandai salah satu konfrontasi paling serius antara kedua negara dalam beberapa minggu terakhir.

Eskalasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi dapat semakin membatasi lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dapat memperburuk guncangan pasokan yang sudah ketat. Risiko ini dipertegas oleh insiden pada hari Senin, di mana dua supertanker yang membawa minyak mentah Arab Saudi dilaporkan diserang oleh objek tak dikenal saat melintasi selat tersebut.

Analisis Pasar dan Dampak Ekspor

Analis dari ING menyatakan dalam sebuah catatan, "Meskipun minyak terus mengalir melalui Selat Hormuz di tengah kebuntuan AS-Iran, eskalasi ketegangan jelas menimbulkan risiko bagi transit." Mereka menambahkan bahwa gangguan pada ekspor solar dari Timur Tengah dan Rusia kemungkinan akan menjaga harga produk olahan minyak (middle distillates) tetap tinggi dan fluktuatif.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sementara itu, ekspor minyak mentah Iran juga telah terpukul parah. Menurut laporan Reuters, pemuatan minyak mentah Iran telah anjlok dari sekitar 2 juta barel per hari (bph) pada bulan Maret menjadi antara 220.000 hingga 255.000 bph pada bulan Agustus.

Fokus Beralih ke Data Cadangan AS

Dari sisi data, laporan dari American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa malam menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah AS turun sebesar 2,6 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 28 Agustus. Angka ini membalikkan kenaikan 4,2 juta barel dari minggu sebelumnya.

Data API juga menunjukkan:

  • Cadangan bensin: naik sekitar 300.000 barel.
  • Cadangan sulingan (distillates): turun sekitar 300.000 barel.

Pelaku pasar kini menantikan laporan cadangan mingguan resmi dari Energy Information Administration (EIA) AS yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi permintaan dan pasokan di konsumen minyak terbesar dunia.

Back to latest news

LATEST