Story

Harga Minyak Naik di Tengah Eskalasi Serangan Balasan AS dan Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 2, 20262 min read
Harga Minyak Naik di Tengah Eskalasi Serangan Balasan AS dan Iran

Summary

Harga minyak mentah melonjak hampir 1%, melanjutkan kenaikan sesi sebelumnya, setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan baru yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Text size
Background

Harga minyak naik hampir 1% pada awal perdagangan Rabu, melanjutkan lonjakan signifikan dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan semalam, yang meredupkan harapan akan meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Menurut data Reuters pada pukul 00:08 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent naik 87 sen, atau 0,92%, menjadi $95,52 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 80 sen, atau 0,89%, menjadi $91,02 per barel. Kedua kontrak acuan tersebut telah melonjak lebih dari $4 pada hari Selasa.

Saling Serang Meningkatkan Risiko Geopolitik

Amerika Serikat mengonfirmasi telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target di Iran. Tindakan ini memicu respons dari Iran, menandai eskalasi paling serius dalam konflik kedua negara dalam beberapa minggu terakhir.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command) menyatakan dalam sebuah unggahan di platform X bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas "upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap anggota layanan Amerika yang dikerahkan di wilayah tersebut." IRGC adalah singkatan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Sebagai tanggapan, IRGC menyatakan bahwa serangan AS akan semakin membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur air krusial yang menyalurkan sekitar seperlima konsumsi minyak global. IRGC juga mengklaim telah menargetkan pangkalan militer AS di Yordania dengan rudal balistik, sementara media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan drone skala besar terhadap pangkalan AS di Bahrain.

Implikasi bagi Pasokan Minyak

Sample IUX Markets – In-articleAd

Eskalasi terbaru ini menambah ketidakpastian pada pasar energi global. Ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz sangat signifikan karena jalur ini merupakan titik vital bagi ekspor minyak mentah dari produsen utama Timur Tengah. Gangguan apa pun dapat secara drastis mengurangi pasokan yang tersedia di pasar global dan mendorong harga lebih tinggi.

Insiden ini menyusul serangan terhadap dua kapal tanker yang meninggalkan Selat Hormuz pada hari Senin, yang telah lebih dulu menyebabkan gangguan pasokan dan memaksa para pedagang mencari pengiriman minyak mentah alternatif.

Stok Minyak AS Menurun

Selain faktor geopolitik, data industri juga memberikan dukungan terhadap harga. Stok minyak mentah di Amerika Serikat, produsen minyak terbesar dunia, dilaporkan turun 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus.

Menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute (API), stok distilat, yang mencakup solar dan minyak pemanas, juga turun sebesar 265.000 barel. Penurunan stok ini mengindikasikan permintaan yang solid dan pasokan yang lebih ketat di pasar AS.

Back to latest news

LATEST