Story

Harga Minyak Menguat di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 1, 20262 min read
Harga Minyak Menguat di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

Summary

Harga minyak mentah Brent dan WTI naik karena dimulainya kembali pertempuran di Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan dari kawasan produsen utama.

Text size
Background

Harga minyak menguat pada hari Selasa seiring kembalinya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah, yang menghidupkan kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan dari kawasan produsen minyak mentah utama dunia. Menurut data Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,6% menjadi $91,05 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1% menjadi $86,59 per barel.

Pemicu Eskalasi Ketegangan

Kenaikan harga ini mengikuti ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Ancaman tersebut muncul setelah terjadinya serangan langsung pertama antara kedua negara dalam sebulan terakhir pada hari Minggu, yang meningkatkan tensi konflik yang sebelumnya lebih bersifat ekonomi.

Perkembangan ini membawa kembali potensi pembalasan dari Iran ke dalam pertimbangan pasar. "Hal ini menimbulkan kembali prospek kerusakan infrastruktur energi di sekitar Teluk dan menambah ketidakpastian baru bagi pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM, dalam sebuah catatan. Menurutnya, kedua risiko tersebut tercermin dalam penguatan harga minyak mentah.

Dampak pada Rute Pelayaran Utama

Selat Hormuz, yang menyalurkan sekitar seperlima dari pasokan minyak global sebelum konflik meletus, tetap menjadi titik fokus. Data pelayaran dari Kpler menunjukkan bahwa jumlah kapal komoditas yang transit di selat tersebut turun menjadi hanya lima per hari selama akhir pekan. Upaya mediasi oleh Qatar dan Oman untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Risiko terhadap pelayaran dan pasokan minyak semakin nyata setelah badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada hari Selasa bahwa sebuah kapal tanker terkena tiga proyektil saat berlayar keluar dari Selat Hormuz. Tidak ada korban jiwa atau dampak lingkungan yang dilaporkan dari insiden tersebut.

Konteks Pasar dan Cadangan AS

Di tengah ketegangan pasokan, Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS berada di dekat level terendah dalam 44 tahun. Stok SPR turun sekitar 3,1 juta barel pada minggu lalu, menyisakan cadangan sebesar 286,6 juta barel. Untuk mengatasi hal ini, AS mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela untuk mengendalikan cadangan minyak di negara tersebut, yang diharapkan dapat membantu mengisi kembali SPR.

Sejumlah perusahaan energi internasional, termasuk Chevron, GE Vernova, ONGC, Eni, dan GeoPark, dilaporkan hampir menandatangani perjanjian akhir di Venezuela untuk menggarap proyek-proyek energi. Sementara itu, jajak pendapat analis yang dilakukan oleh Reuters pada bulan Agustus memperkirakan harga minyak akan tetap di atas $80 per barel pada tahun 2026 karena gangguan pelayaran yang terus berlanjut.

Back to latest news

LATEST