Story
Harga Minyak Menguat Akibat Risiko Pasokan dari Selat Hormuz dan Serangan Houthi

Summary
Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya karena kekhawatiran pasokan yang diperparah oleh ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz dan serangan baru oleh militan Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi.
Harga minyak melanjutkan kenaikannya pada hari Senin, didorong oleh kekhawatiran pasokan yang terus meningkat di tengah prospek yang tidak pasti untuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan risiko geopolitik yang memanas setelah militan Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan baru.
Pada pukul 20:37 Waktu Timur (07:37 WIB), minyak mentah Brent berjangka naik 1,1% menjadi $84,45 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,2% menjadi $78,18 per barel. Harga Brent telah menguat lebih dari 5% dalam tiga sesi perdagangan terakhir.
Risiko Geopolitik Meningkat
Kekhawatiran pasar diperparah oleh klaim dari militan Houthi yang didukung Iran bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap kilang Jazan di pesisir Laut Merah Arab Saudi. Pihak Saudi kemudian mengonfirmasi bahwa kebakaran yang diakibatkan oleh serangan di kilang Aramco Jazan telah berhasil dipadamkan.
Insiden ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas di luar Selat Hormuz dan mengancam rute ekspor minyak alternatif di Timur Tengah. Serangan tersebut menambah ketegangan setelah laporan sebelumnya tentang serangan terhadap kapal tanker Saudi di Teluk Aden dan ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah bagian utara.
Ketidakpastian Pembukaan Kembali Selat Hormuz
AdPasar terus memantau perkembangan negosiasi untuk membuka kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pada akhir pekan bahwa Iran "sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembentukan koridor pelayaran.
Namun, Araghchi juga memperingatkan bahwa selat tersebut tidak akan segera dibuka kembali bahkan jika kesepakatan tercapai, sehingga meredam harapan pasar akan pemulihan pasokan energi yang cepat. Teheran menegaskan kembali syarat-syaratnya untuk pembukaan penuh, termasuk pencabutan blokade laut dan sanksi oleh AS, serta kompensasi atas kerugian perang.
Dampak Pasar dan Konteks
Menurut analis di ANZ, harga minyak mengalami volatilitas tajam pekan lalu. Harga sempat turun setelah AS mengumumkan jeda serangan terhadap Iran untuk memfasilitasi negosiasi, namun kembali naik ketika pasar menyadari bahwa pembukaan kembali selat kemungkinan akan disertai dengan pembatasan yang ketat.
Sentimen pasar semakin tertekan oleh laporan dari kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada hari Jumat yang menyebutkan bahwa Iran menyerang "target musuh" di selat tersebut. Selain itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) melaporkan bahwa tiga kapal tankernya diserang saat melintasi selat tersebut pekan lalu.