Story

Harga Minyak Bersiap Melonjak 21% Bulanan di Tengah Konflik AS-Iran dan Penurunan Stok

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 31, 20262 min read
Harga Minyak Bersiap Melonjak 21% Bulanan di Tengah Konflik AS-Iran dan Penurunan Stok

Summary

Harga minyak mentah diproyeksikan mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Maret, didorong oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penurunan tajam persediaan minyak AS.

Text size
Background

Harga minyak menguat dalam perdagangan Asia pada hari Jumat dan berada di jalur untuk kenaikan bulanan lebih dari 20%, karena meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran serta meluasnya konflik regional memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan dari Timur Tengah.

Pada pukul 20:12 ET (00:12 GMT), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 0,7% menjadi $89,64 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,6% menjadi $84,06 per barel. Kedua acuan harga ini siap untuk melonjak hampir 21% di bulan Juli, kenaikan terbesar sejak Maret, meskipun juga menghadapi potensi pelemahan mingguan hampir 7% akibat harapan adanya pembicaraan damai di awal pekan.

Eskalasi Konflik Geopolitik

Pemicu kenaikan harga terbaru adalah serangan balasan antara militer AS dan Iran. Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah konflik meluas ke Mesir, di mana sebuah drone tak dikenal menyerang kapal tanker gas di pelabuhan Damietta dekat Terusan Suez pada hari Rabu. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa rute transit energi vital lainnya, termasuk Terusan Suez dan pipa SUMED di dekatnya, dapat terancam.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ancaman dari militan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah dan klaim kontrol Iran atas lalu lintas di Selat Hormuz. Sebagai tanggapan, Arab Saudi dilaporkan mengadakan pembicaraan dengan 43 negara untuk membentuk koalisi maritim guna mengamankan pelayaran di kawasan tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Penurunan Tajam Stok Minyak AS

Faktor pendukung harga lainnya datang dari data pasokan di Amerika Serikat. Laporan dari U.S. Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu menunjukkan bahwa stok minyak mentah komersial turun secara signifikan sebesar 7,2 juta barel menjadi 404,5 juta barel pada pekan yang berakhir 24 Juli.

Penarikan stok yang jauh lebih besar dari perkiraan ini membuat persediaan minyak mentah komersial AS berada di level terendah sejak 2018. Angka ini memperkuat kekhawatiran investor bahwa meluasnya konflik di Timur Tengah dapat semakin memperketat pasokan minyak global yang sudah terbatas. Selain itu, serangan terhadap kilang-kilang di Timur Tengah dan Rusia telah mengurangi pasokan bensin, solar, dan bahan bakar jet, menjaga margin penyulingan tetap mendekati rekor tertinggi.

Back to latest news

LATEST