Story
Ocado Jajaki Kemitraan Baru di AS Setelah Ditinggal Mitra Lama

Summary
Grup teknologi grosir asal Inggris, Ocado, sedang dalam pembicaraan dengan beberapa peritel di AS untuk kemitraan baru, sambil mempertahankan target arus kas positif meskipun ada kemunduran dari mitra sebelumnya.
Grup teknologi dan grosir online asal Inggris, Ocado, mengumumkan sedang dalam pembicaraan dengan beberapa peritel di Amerika Serikat untuk menjalin kemitraan baru. Langkah ini diambil di tengah upaya perusahaan untuk memenangkan bisnis baru dan meyakinkan investor setelah mengalami kemunduran dari beberapa mitra utamanya.
Tekanan Kinerja dan Latar Belakang
Kabar ini muncul setelah dua mitra Ocado, Kroger di AS dan Sobeys di Kanada, baru-baru ini mengumumkan akan menutup beberapa pusat pemenuhan pesanan pelanggan (customer fulfillment centres) robotik mereka. Menurut kedua perusahaan, penutupan tersebut disebabkan oleh permintaan yang lebih lemah dari perkiraan.
Perkembangan ini memberikan tekanan signifikan pada saham Ocado yang terdaftar di London, yang telah anjlok 36% dalam enam bulan terakhir. Dalam laporan keuangan paruh tahunnya, laba perusahaan ditopang oleh pembayaran biaya terminasi satu kali dari Kroger dan Sobeys. Namun, jika pembayaran tersebut tidak disertakan, laba disesuaikan perusahaan turun 12% menjadi £81 juta ($109,63 juta).
Prospek dan Strategi ke Depan
Menanggapi situasi ini, Ocado menyatakan sedang mengadakan "beberapa penjajakan aktif" (*multiple live engagements*) dengan calon mitra di AS. Perusahaan juga menekankan bahwa mereka kini menawarkan "solusi yang telah berevolusi secara signifikan" untuk menarik minat peritel baru.
AdDi tengah tantangan tersebut, manajemen Ocado tetap berpegang pada proyeksi keuangannya. Perusahaan mempertahankan targetnya untuk mencapai arus kas positif dalam periode enam bulan berjalan saat ini, dan menargetkan arus kas positif untuk keseluruhan tahun fiskal berikutnya.
Implikasi bagi Investor
Bagi investor, kemampuan Ocado untuk mengamankan mitra baru di pasar AS yang krusial dipandang sebagai kunci untuk pemulihan harga saham dan validasi model bisnis teknologinya. Upaya proaktif mencari mitra baru menunjukkan strategi perusahaan untuk mitigasi dampak dari penutupan pusat pemenuhan pesanan oleh mitra sebelumnya.
Komitmen manajemen terhadap target arus kas positif menjadi sinyal kepercayaan diri dan akan menjadi metrik yang diawasi ketat oleh pasar. Keberhasilan dalam negosiasi kemitraan baru akan menjadi faktor penentu bagi lintasan pertumbuhan Ocado di masa depan.