Story
Saham NVIDIA Anjlok Dipicu Seruan Perlambatan Pengembangan AI

Saham NVIDIA (NVDA) anjlok 3,1% dalam perdagangan pra-pembukaan menjadi $211,59, dipicu oleh kekhawatiran investor setelah munculnya seruan dari para pemimpin industri teknologi untuk memperlambat laju pengembangan kecerdasan buatan (AI). Sentimen ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan permintaan masif untuk prosesor grafis (GPU) kelas atas yang telah menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Pemicu Penurunan: Seruan Perlambatan AI
Tekanan jual dipicu oleh sebuah esai yang dirilis akhir pekan oleh CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyerukan perlambatan yang disengaja dalam pengembangan kapabilitas model AI. Menurut laporan Investing.com, argumen ini mendapat dukungan publik dari tokoh-tokoh berpengaruh di industri teknologi, termasuk:
- Elon Musk
- Sam Altman, CEO OpenAI
- Satya Nadella, CEO Microsoft
Seruan bersama dari para pemimpin ini memicu kekhawatiran di pasar bahwa perlambatan terkoordinasi dalam pengembangan AI dapat menekan permintaan GPU, yang merupakan komponen krusial untuk melatih model-model AI yang kompleks. Valuasi NVIDIA sangat bergantung pada asumsi bahwa belanja infrastruktur AI akan terus meningkat secara eksponensial.
Ketidakpastian Strategis dan Dampak Sektoral
AdSituasi menjadi lebih kompleks dengan adanya laporan bahwa NVIDIA sedang dalam diskusi untuk berinvestasi hingga $10 miliar di Anthropic—perusahaan yang CEO-nya justru mengadvokasi perlambatan perlombaan AI. Kontradiksi ini membuat investor ragu mengenai rasionalitas strategis dan implikasi alokasi modal NVIDIA, sehingga menambah tekanan jual pada saham.
Koreksi ini tidak hanya terjadi pada NVIDIA. Sentimen negatif ini menyebar ke seluruh sektor semikonduktor, dengan saham-saham seperti AMD, Intel, dan Marvell juga tercatat menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan tersebut didorong oleh sentimen sektoral, bukan masalah spesifik perusahaan. Sebaliknya, beberapa saham perangkat lunak perusahaan justru naik karena investor melakukan rotasi ke saham yang dianggap dapat diuntungkan dari laju pengembangan AI yang lebih lambat dan terukur.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Lingkungan pasar secara umum juga tidak mendukung. Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun tajam di pra-pembukaan, sejalan dengan pelemahan indeks Nasdaq Composite sebesar 1,8% dan S&P 500 sebesar 0,8% berdasarkan data pasar yang tersedia. Selain itu, antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan datang turut memperkuat sentimen *risk-off* atau penghindaran risiko di kalangan investor.