Story
Margin Bensin Eropa Barat Laut Melonjak Mendekati Level Puncak 2022

Summary
Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut naik tajam menjadi $59,41 per barel, mendekati level tertinggi yang tercatat selama krisis energi 2022, di tengah pasokan yang terbatas dan persediaan yang rendah.
Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut melonjak $3,79 menjadi $59,41 per barel pada hari Rabu, mendekati level rekor yang terakhir terlihat selama krisis energi tahun 2022. Kenaikan signifikan ini didorong oleh pasokan yang tetap terbatas dan tingkat persediaan yang rendah di kawasan tersebut.
Faktor Pendorong Kenaikan
Ketatnya pasokan menjadi pendorong utama di balik lonjakan margin keuntungan bagi para penyuling. Kondisi ini diperkuat oleh data dari berbagai wilayah yang menunjukkan pengetatan pasar produk minyak olahan.
- Stok AS Turun: Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa stok bensin di Amerika Serikat turun sebesar 1,2 juta barel menjadi 205,7 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus. Meskipun penurunan ini lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 1,8 juta barel, hal ini tetap menandakan permintaan yang solid.
- Ekspor Eropa Meningkat: Data dari Kpler menunjukkan bahwa ekspor bensin dan komponen pencampur dari Uni Eropa-27 dan Inggris Raya pada bulan Agustus naik menjadi sekitar 1,08 juta barel per hari, meningkat dari sekitar 1,02 juta barel per hari pada bulan Juli.
Aktivitas Perdagangan dan Prospek Pasar
AdPasar fisik menunjukkan aktivitas perdagangan yang ramai. Sekitar 11.000 metrik ton tongkang bensin E5 diperdagangkan, dengan Equinor, Exxon, dan MB Energy sebagai penjual, sementara Vitol, Varo, Sahara, Gunvor, dan Trafigura bertindak sebagai pembeli. Selain itu, 6.000 ton tongkang bensin E10 juga berpindah tangan.
Analis memperkirakan tren kenaikan ini dapat berlanjut dalam jangka pendek. "Spread EBOB mungkin memiliki ruang kenaikan lebih lanjut, terutama selama dua minggu ke depan saat kita memasuki jendela September yang diwarnai aktivitas pembelian baru di tongkang E5, dengan persediaan yang tetap ketat," kata Nikolas Plonski, analis di Sparta Commodities.
Bagi investor dan pelaku pasar, margin penyulingan yang tinggi merupakan indikator profitabilitas kilang yang kuat. Hal ini dapat mendorong kilang untuk memaksimalkan produksi bensin, namun juga mencerminkan ketidakseimbangan antara pasokan produk olahan dan permintaan pasar saat ini.