Story

Margin Bensin Eropa Melonjak di Atas $40 di Tengah Kekhawatiran Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 11, 20262 min read
Margin Bensin Eropa Melonjak di Atas $40 di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Summary

Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut naik tajam menjadi $40,75 per barel, didorong oleh penurunan ekspor regional yang signifikan dan meningkatnya risiko geopolitik di Libya dan Rusia.

Text size
Background

Margin penyulingan bensin di Eropa Barat Laut melonjak tajam pada hari Selasa, didorong oleh kekhawatiran atas pengetatan pasokan dari ekspor regional yang lebih rendah dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengancam produksi. Margin keuntungan naik sebesar $6,45 menjadi $40,75 per barel, menandakan kondisi pasar yang semakin ketat bagi produk bahan bakar.

Detail Kenaikan dan Aktivitas Pasar

Kenaikan margin yang signifikan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang kuat. Menurut laporan pasar, total 5.800 metrik ton tongkang bensin E5 diperdagangkan, dengan ExxonMobil dan Sahara sebagai penjual, sementara BP dan MB Energy menjadi pembeli.

Selain itu, sebanyak 7.100 metrik ton tongkang bensin E10 juga berpindah tangan. Perusahaan seperti ExxonMobil, Gunvor, dan Trafigura tercatat sebagai penjual kepada TotalEnergies dan ATL. Volume perdagangan yang tinggi ini mengindikasikan permintaan yang solid di tengah prospek pasokan yang tidak menentu.

Penurunan Ekspor Menjadi Pemicu Utama

Faktor fundamental utama di balik lonjakan margin adalah penurunan tajam dalam ekspor bensin dari Eropa. Data dari Kpler menunjukkan bahwa ekspor bensin dari Uni Eropa-27 dan Inggris sejauh ini pada bulan Agustus rata-rata hanya mencapai 510.000 barel per hari (bph).

Sample IUX Markets – In-articleAd

Angka ini merupakan penurunan drastis, hampir separuh dari volume yang tercatat pada bulan Juli sebesar 1,02 juta bph. Penurunan ekspor dari salah satu pusat penyulingan utama dunia ini secara langsung mengurangi ketersediaan bensin di pasar global, sehingga memberikan tekanan kenaikan pada harga dan margin.

Eskalasi Risiko Geopolitik

Situasi pasokan diperburuk oleh meningkatnya risiko geopolitik di beberapa wilayah produsen energi. Di Libya, perusahaan minyak negara NOC menyatakan kemungkinan akan mengumumkan *force majeure* jika serangan pesawat tak berawak terhadap aset energi di kota strategis Zawiya terus berlanjut. Gangguan operasi di negara anggota OPEC ini dapat membatasi pasokan minyak mentah ke kilang.

Sementara itu, militer Ukraina pada hari Selasa mengklaim telah menyerang sebuah kilang minyak di Orsk, Rusia. Serangan terhadap infrastruktur penyulingan Rusia menambah lapisan ketidakpastian pada pasokan produk olahan di kawasan tersebut, yang berpotensi berdampak pada keseimbangan pasar global.

Back to latest news

LATEST