Story

Nikkei 225 Anjlok 2,79% di Akhir Perdagangan, Tertekan Sektor Transportasi dan Komunikasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 24, 20261 min read
Nikkei 225 Anjlok 2,79% di Akhir Perdagangan, Tertekan Sektor Transportasi dan Komunikasi
Text size
Background

Bursa saham Jepang ditutup anjlok signifikan pada perdagangan hari Jumat, dengan indeks acuan Nikkei 225 merosot 2,79%. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual luas yang menekan sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi.

Rangkuman Pasar

Sentimen negatif mendominasi pasar Tokyo, yang tercermin dari data bursa di mana jumlah saham yang melemah mencapai 2.197, jauh melampaui saham yang menguat sebanyak 1.302, sementara 251 saham tidak berubah. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang merata di seluruh papan perdagangan.

Indikator penting lainnya adalah lonjakan pada Indeks Volatilitas Nikkei, yang mengukur ekspektasi volatilitas pasar. Menurut data Investing.com, indeks ini melonjak 6,84% ke level 34,82, menandakan meningkatnya kecemasan dan ketidakpastian di kalangan investor.

Saham Penggerak Utama

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks. Saham-saham dengan pelemahan terdalam di antaranya:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Disco Corp (TYO:6146): Anjlok 12,27%
  • Kioxia Holdings Corp (TYO:285A): Turun 9,49%
  • SoftBank Group Corp. (TYO:9984): Merosot 7,06%

Di sisi lain, beberapa saham berhasil melawan tren pelemahan pasar. Saham dengan penguatan teratas termasuk Shift Inc (TYO:3697) yang naik 8,21%, Toho Co., Ltd. (TYO:9602) yang menguat 6,48%, dan BayCurrent Consulting Inc (TYO:6532) yang terapresiasi 4,69%.

Kondisi Komoditas dan Valuta Asing

Di pasar komoditas, harga minyak mentah terpantau melemah. Minyak mentah WTI untuk pengiriman September turun 1,69% menjadi $90,63 per barel, sementara minyak Brent turun 1,65% menjadi $99,03 per barel. Harga emas berjangka untuk kontrak Agustus juga mengalami sedikit penurunan sebesar 0,30%.

Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY sedikit melemah 0,04% ke level 163,78. Sementara itu, Indeks Dolar AS Berjangka turun tipis 0,08% menjadi 101,20.

Back to latest news

LATEST