Story

Saham Nidec Anjlok 18% Setelah Laporan Potensi Penurunan Nilai Aset Sebesar $6,3 Miliar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 28, 20261 min read
Saham Nidec Anjlok 18% Setelah Laporan Potensi Penurunan Nilai Aset Sebesar $6,3 Miliar

Summary

Saham perusahaan otomotif raksasa Jepang, Nidec Corp., anjlok setelah sebuah laporan media menuduh perusahaan tersebut menghadapi kerugian penurunan nilai aset sebesar 1 triliun yen (6,3 miliar dolar AS) dan perombakan kepemimpinan di tengah krisis akuntansi yang sedang berlangsung.

Text size
Background

Saham Nidec Corp. (TYO:6594) anjlok hingga 18% pada hari Senin menyusul laporan media bahwa produsen motor Jepang tersebut sedang bersiap untuk mencatat kerugian penurunan nilai aset yang besar dan perubahan kepemimpinan.

Tuduhan

Sebuah laporan dari media Jepang Diamond Online menyatakan bahwa Nidec akan mencatat kerugian penurunan nilai aset sebesar 1 triliun yen ($6,3 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Laporan tersebut mencatat bahwa kerugian sebesar ini berpotensi menghapus semua keuntungan yang telah dihasilkan perusahaan selama dekade terakhir.

Lebih lanjut, media tersebut melaporkan bahwa Nidec telah memutuskan untuk memberhentikan Presiden Mitsya Kishida. Pengumuman resmi mengenai perubahan kepemimpinan tersebut diperkirakan akan dilakukan pada tanggal 29 September, menurut laporan tersebut.

Reaksi Pasar

Respon investor terhadap laporan tersebut cepat dan keras. Saham Nidec, yang diperdagangkan di Bursa Efek Tokyo, jatuh tajam pada sesi Senin, turun hingga 18% ke titik terendah 2.405,0 yen.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Aksi jual mencerminkan kekhawatiran mendalam investor atas potensi dampak keuangan dari penurunan nilai aset dan ketidakstabilan yang berkelanjutan dalam manajemen dan praktik akuntansi perusahaan.

Konteks Krisis yang Berkelanjutan

Perkembangan ini merupakan yang terbaru dalam krisis manajemen dan akuntansi yang berkepanjangan bagi Nidec, pemasok utama industri otomotif global. Perusahaan telah mengungkapkan beberapa contoh perilaku akuntansi yang tidak tepat dan masalah pengendalian mutu selama setahun terakhir, yang mengakibatkan serangkaian penurunan nilai aset yang lebih kecil.

Skandal yang sedang berlangsung telah menimbulkan konsekuensi signifikan bagi perusahaan. Saham Nidec sebelumnya telah dihapus dari indeks acuan Nikkei 225 dan sekarang menghadapi potensi penghapusan pencatatan dari bursa saham.

Back to latest news

LATEST