Story
Dua Tumpahan Minyak Baru Terdeteksi di Perairan Iran, Perparah Krisis Lingkungan di Teluk

Summary
Citra satelit mendeteksi dua tumpahan minyak baru di perairan Iran, menambah kekhawatiran lingkungan di tengah bencana yang sudah berlangsung dari sebuah kapal tanker yang kandas di lepas pantai Oman.
Dua tumpahan minyak baru telah terdeteksi di perairan Iran, meningkatkan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan yang meluas di Teluk di tengah meningkatnya ketegangan regional. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan bencana lingkungan yang sedang berlangsung dari sebuah kapal tanker yang kandas di lepas pantai Oman.
Detail Tumpahan Minyak
Menurut citra satelit dan video yang diverifikasi oleh Reuters, tumpahan minyak baru ini berlokasi di dalam Teluk. Satu tumpahan yang signifikan muncul di dekat ujung selatan Pulau Qeshm, sebuah pulau besar di Selat Hormuz yang dekat dengan pantai Iran.
- Citra dari satelit Copernicus Sentinel-2 pada 10 Agustus menunjukkan tumpahan yang warnanya gelap, yang menurut Wim Zwijnenburg, seorang peneliti di organisasi perdamaian Belanda PAX, mengindikasikan bahan bakar minyak berat.
- Tumpahan yang lebih encer dari lokasi yang sama dilaporkan membentang sekitar 160 km.
- John Amos, CEO SkyTruth, sebuah organisasi yang memantau tumpahan minyak melalui citra satelit, menyebutnya sebagai "insiden besar".
Tumpahan kedua terlihat pada 13 Agustus di dekat Pulau Sirri, sebuah pulau yang lebih kecil yang menjadi lokasi beberapa produksi minyak dan gas lepas pantai Iran.
Dugaan Sumber dan Komplikasi
AdSamir Madani, salah satu pendiri layanan pemantauan TankerTrackers.com, menyatakan bahwa tumpahan di Pulau Qeshm kemungkinan besar berasal dari kebocoran kapal kargo curah berbendera Liberia, Minoan Pioneer. Kapal tersebut dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di dekat pantai Oman pada 3 Agustus dalam dugaan serangan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, juga mengonfirmasi melalui media sosial bahwa polusi minyak telah mencapai Pulau Qeshm dan bukti awal "mengindikasikan sebuah kapal kargo curah asing sebagai sumbernya". Namun, upaya penyelamatan untuk Minoan Pioneer dilaporkan terhambat karena masalah perizinan dari otoritas Iran, menurut sebuah sumber yang terlibat dalam operasi tersebut.
Konteks Bencana yang Lebih Luas
Insiden ini menambah parah situasi lingkungan di kawasan tersebut, yang sudah menghadapi potensi bencana dari kapal tanker Caroline Bezengi. Kapal tersebut kandas di lepas pantai Oman, di luar Selat Hormuz, dan membocorkan minyak mentah Rusia di kawasan konservasi laut, menciptakan tumpahan besar yang diperkirakan seluas 2.000 km persegi.
Para ahli memperingatkan bahwa konflik regional mempersulit upaya untuk menilai dan membersihkan tumpahan. Brian Barnes, seorang ahli kelautan satelit di University of South Florida, menyatakan bahwa semakin lama minyak bocor, semakin luas penyebarannya dan semakin besar kerusakan yang ditimbulkannya terhadap ekosistem dan garis pantai.