Story

Needham: Penolakan RUU Kripto di Senat AS Ciptakan Peluang Beli Saham

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20262 min read
Needham: Penolakan RUU Kripto di Senat AS Ciptakan Peluang Beli Saham

Summary

Analis Needham menilai pelemahan tajam saham terkait kripto setelah Senat AS menolak legislasi aset digital sebagai peluang beli, dengan alasan dampak RUU tersebut akan minimal terhadap bisnis fundamental perusahaan.

Text size
Background

Analis di Needham & Company pada hari Rabu menyatakan bahwa penolakan legislasi kripto oleh Senat AS menyajikan peluang beli untuk saham-saham bursa dan pialang, meskipun sektor ini mengalami aksi jual yang tajam. Pandangan ini muncul setelah saham-saham terkait kripto anjlok menyusul kegagalan pemungutan suara di legislatif.

Penolakan Legislasi di Senat

Pada hari Selasa, Senat AS gagal memajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dikenal sebagai CLARITY Act setelah hanya memperoleh 49 suara, kurang dari ambang batas 60 suara yang dibutuhkan. RUU ini bertujuan untuk memberikan wewenang utama kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk meregulasi industri aset digital.

Menurut laporan, penolakan ini dipimpin oleh Partai Demokrat yang menyuarakan kekhawatiran atas ketentuan etika yang berkaitan dengan kepentingan bisnis kripto Presiden Trump, termasuk kepemilikan aset kriptonya yang dilaporkan mencapai $1,4 miliar. Needham mencatat bahwa kegagalan pemungutan suara ini kemungkinan mengakhiri upaya legislatif terkait struktur pasar kripto di Senat untuk tahun 2026.

Dampak Pasar dan Prospek Saham

Kegagalan legislatif tersebut secara langsung memicu aksi jual pada saham-saham yang memiliki eksposur ke aset kripto. Beberapa saham yang terdampak signifikan antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Coinbase Global (COIN): Anjlok 10,1%
  • Robinhood Markets (HOOD): Turun 3,4%
  • eToro: Melemah 4,2%

Terlepas dari reaksi negatif pasar, Needham mempertahankan pandangannya bahwa CLARITY Act akan memiliki dampak minimal terhadap bisnis fundamental sebagian besar perusahaan kripto. Oleh karena itu, perusahaan riset tersebut tidak melihat adanya perubahan pada estimasi volume, pendapatan, atau laba untuk platform bursa dan pialang seperti Coinbase dan Robinhood.

Konteks Regulasi

Analis Needham berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan di sektor ini telah proaktif membangun kerangka kerja kepatuhan ganda yang melibatkan Securities and Exchange Commission (SEC) dan CFTC. Mereka juga telah berhasil mengembangkan lini produk kripto mereka di bawah rezim peraturan yang ada saat ini.

Lebih lanjut, Needham menambahkan bahwa baik SEC maupun CFTC terus bergerak maju dengan kerangka kerja mereka sendiri untuk memberikan kejelasan yang ditargetkan di area-area yang diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan regulasi tetap berjalan meskipun terjadi kebuntuan di tingkat legislatif.

Back to latest news

LATEST