Story

Laba Nasdaq Lampaui Prediksi Berkat IPO Besar dan Pendapatan Data yang Solid

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20262 min read
Laba Nasdaq Lampaui Prediksi Berkat IPO Besar dan Pendapatan Data yang Solid

Summary

Nasdaq melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui estimasi analis, didukung oleh maraknya penawaran saham perdana (IPO) papan atas dan permintaan yang kuat untuk layanan datanya di tengah volatilitas pasar.

Text size
Background

Nasdaq (NDAQ) membukukan laba kuartal kedua yang melampaui estimasi Wall Street, didorong oleh serangkaian penawaran saham perdana (IPO) berskala besar dan permintaan yang kuat untuk layanan datanya di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Kinerja Keuangan Melampaui Ekspektasi

Menurut laporan yang dirilis pada hari Kamis, Nasdaq mencatatkan laba yang disesuaikan sebesar $1,07 per saham. Angka ini melampaui ekspektasi rata-rata analis sebesar 98 sen per saham, berdasarkan data yang dihimpun oleh LSEG. Pendapatan bersih perusahaan untuk kuartal tersebut naik 15% menjadi $1,5 miliar.

Kenaikan pendapatan didukung oleh kinerja solid di berbagai segmen:

  • Platform Akses Modal: Pendapatan dari segmen ini, yang mencakup layanan pencatatan saham dan data pasar, melonjak 19% menjadi $621 juta.
  • Teknologi Finansial: Segmen ini membukukan kenaikan pendapatan 16% menjadi $539 juta, menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi perusahaan.
  • Layanan Pasar: Pendapatan bersih dari segmen ini naik 11% menjadi $340 juta, didorong oleh volume perdagangan ekuitas tunai dan opsi ekuitas yang kuat.

IPO dan Volatilitas Pasar Jadi Pendorong Utama

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kinerja kuat Nasdaq pada kuartal ini ditopang oleh beberapa IPO papan atas di bursanya, termasuk IPO pemecah rekor dari SpaceX. Meskipun biaya pencatatan saham itu sendiri relatif kecil, aktivitas perdagangan saham, opsi, dan layanan pasar terkait yang mengikuti IPO menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi bursa.

Selain itu, periode ini sangat menguntungkan bagi bisnis perdagangan yang cenderung diuntungkan oleh volatilitas tinggi. Berbagai berita utama, seperti perang AS-Iran dan pergeseran sentimen pada sektor kecerdasan buatan (AI), telah memicu fluktuasi pasar dan mendorong permintaan untuk instrumen lindung nilai (hedging).

Diversifikasi di Tengah Ancaman Baru

Nasdaq telah secara aktif melakukan diversifikasi bisnisnya ke penawaran teknologi finansial dan perangkat lunak untuk mengurangi ketergantungan pada volume perdagangan yang fluktuatif dan menciptakan pendapatan berulang. Namun, investor menunjukkan sentimen negatif terhadap sebagian besar operator bursa tahun ini.

Kekhawatiran ini sebagian besar dipicu oleh keputusan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang mengizinkan Kalshi dan Coinbase untuk menawarkan kontrak berjangka perpetual (*perpetual futures*) untuk mata uang kripto. Produk ini, yang dikenal sebagai "perps", dipandang dapat menggerus pangsa pasar bursa tradisional. Saham Nasdaq sendiri telah turun lebih dari 6% sepanjang tahun ini, meskipun kinerjanya masih lebih baik dibandingkan para pesaingnya seperti CME dan Intercontinental Exchange (ICE).

Back to latest news

LATEST