Story
Saham Maroko Melemah, Indeks MASI Sentuh Level Terendah 1 Bulan

Indeks saham utama Maroko ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan hari Kamis, tertekan oleh kerugian di berbagai sektor kunci. Indeks Moroccan All Shares (MASI) turun 0,17% dan ditutup pada level terendah baru dalam satu bulan terakhir.
Rincian Kinerja Pasar
Pelemahan indeks terutama didorong oleh kinerja negatif di sektor Utilitas, Perbankan, dan Pertambangan. Data dari Bursa Efek Casablanca menunjukkan sentimen pasar yang beragam, dengan jumlah saham yang melemah seimbang dengan yang menguat.
Menurut data penutupan, sebanyak 23 saham mengalami penurunan, sementara 23 saham lainnya berhasil menguat, dan 9 saham tidak menunjukkan perubahan harga. Keseimbangan ini mengindikasikan bahwa penurunan indeks lebih dipengaruhi oleh saham-saham berkapitalisasi besar di sektor-sektor yang terkoreksi.
Saham Penggerak Utama
Beberapa saham menunjukkan pergerakan signifikan yang memengaruhi arah pasar secara keseluruhan. Di satu sisi, beberapa emiten berhasil membukukan kenaikan kuat, sementara di sisi lain, saham-saham pertambangan menjadi pemberat utama.
Ad- Saham dengan Kenaikan Tertinggi:
- Balima (CSE:BAL): Naik 5,85% menjadi 199,00.
- Marocaine pour le Commerce et l’Industrie Banque SA (CSE:BCI): Menguat 4,83% ke level 608,00.
- IB Maroc Com SA (CSE:IBC): Terdorong naik 4,78% menjadi 60,99.
- Saham dengan Penurunan Terdalam:
- Miniere Touissit (CSE:CMT): Anjlok 9,06% ke 2.217,00.
- Zellidja S.A (CSE:ZDJ): Turun 2,14% menjadi 275,00.
- Managem (CSE:MNG): Terkoreksi 2,08% ke level 1.556,00.
Konteks Komoditas dan Valuta Asing
Di pasar komoditas global, harga minyak mentah terpantau melemah. Minyak mentah untuk pengiriman Oktober turun 1,47% menjadi $100,92 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman November turun 2,05% menjadi $103,66 per barel. Sebaliknya, kontrak berjangka Emas untuk bulan Desember naik tipis 0,21% menjadi $4.396,85 per troy ounce.
Di pasar valuta asing, pasangan EUR/MAD naik 0,49% ke 10,93, sementara USD/MAD menguat 0,16% ke level 9,50, menurut data dari Investing.com.