Story

Indeks MOEX Rusia Ditutup Melemah 1,93% Terseret Sektor Energi dan Tambang

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20261 min read
Indeks MOEX Rusia Ditutup Melemah 1,93% Terseret Sektor Energi dan Tambang

Summary

Indeks saham acuan Rusia, MOEX, mengakhiri perdagangan hari Rabu dengan pelemahan signifikan, tertekan oleh anjloknya saham di sektor minyak & gas, pertambangan, dan kelistrikan di tengah penurunan harga komoditas.

Text size
Background

Indeks acuan saham Rusia, MOEX, ditutup anjlok 1,93% pada akhir perdagangan hari Rabu. Pelemahan ini didorong oleh aksi jual yang meluas di sektor-sektor kunci seperti minyak & gas, pertambangan, dan kelistrikan.

Rincian Kinerja Pasar

Sentimen negatif mendominasi Bursa Efek Moskow, di mana saham yang merosot jauh melampaui yang menguat. Data penutupan menunjukkan sebanyak 207 saham mengalami penurunan, sementara hanya 41 saham yang berhasil naik dan 7 saham lainnya tidak berubah.

Tekanan jual terbesar datang dari tiga sektor utama yang menjadi penopang ekonomi Rusia:

  • Minyak & Gas
  • Pertambangan
  • Ketenagalistrikan

Saham Penggerak Utama

Sample IUX Markets – In-articleAd

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks. Mobil’nye Telesistemy PJSC (MCX: MTSS) anjlok 7,45%, menjadi saham dengan kinerja terburuk pada sesi tersebut. Diikuti oleh VK Company Ltd (MCX: VKCO) yang merosot 6,01% dan menyentuh level terendah sepanjang masa.

Saham lain yang mengalami tekanan jual signifikan adalah Federal Hydro Generating Company RusHydro PJSC (MCX: HYDR) yang turun 4,35%. Di sisi lain, segelintir saham mampu melawan tren pelemahan, seperti OZON (MCX: OZON) yang naik 1,40% dan PIK SHb PJSC (MCX: PIKK) yang menguat tipis 0,06%.

Konteks Komoditas dan Volatilitas

Pelemahan pasar saham Rusia sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran investor, yang tercermin dari kenaikan Indeks Volatilitas Rusia (RVI) sebesar 1,58% ke level 36,60. Indeks ini mengukur volatilitas tersirat dari opsi di Indeks MOEX.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah untuk pengiriman Oktober jatuh 3,60% menjadi $102,02 per barel, memberikan tekanan langsung pada saham-saham energi. Sementara itu, di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/RUB dan EUR/RUB terpantau stabil, masing-masing di level 84,51 dan 96,90.

Back to latest news

LATEST