Story

Indeks MOEX Rusia Stagnan di Level Terendah 3 Tahun di Tengah Kinerja Saham Campuran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20261 min read
Indeks MOEX Rusia Stagnan di Level Terendah 3 Tahun di Tengah Kinerja Saham Campuran
Text size
Background

Indeks saham acuan Rusia, MOEX, mengakhiri sesi perdagangan dengan stagnan, ditutup tanpa perubahan 0,00%. Meskipun demikian, indeks tersebut menyentuh level terendah baru dalam tiga tahun, mengindikasikan tekanan jual yang mendasari meskipun tidak ada pergerakan harian yang signifikan.

Kinerja Pasar Saham

Di Bursa Efek Moskow, sentimen investor tampak terbagi. Data pasar menunjukkan jumlah saham yang menguat (120) sedikit melampaui saham yang melemah (110), sementara 17 saham lainnya tidak berubah. Kondisi ini mencerminkan tarik-menarik antara tekanan beli dan jual di berbagai sektor.

Beberapa saham dengan kinerja terbaik pada sesi ini antara lain:

  • Moskovskiy Kreditnyi Bank PAO (MCX:CBOM), yang naik 2,62%.
  • Rosneft PJSC (MCX:ROSN), menguat sebesar 2,50%.
  • TATNEFT n.a. V.D. Shashin Pref (MCX:TATN_p), yang bertambah 2,11%.

Di sisi lain, saham-saham yang menjadi pemberat utama indeks meliputi Polyus PJSC (MCX:PLZL) yang anjlok 3,07%, diikuti oleh AFK Sistema PJSC (MCX:AFKS) yang turun 0,60%.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Volatilitas Meningkat, Rubel Melemah

Kekhawatiran investor tercermin pada Russian Volatility Index (RVI), yang mengukur volatilitas tersirat dari opsi Indeks MOEX. Indeks ini tercatat mencapai 46,01, level tertinggi baru dalam enam bulan, yang menandakan meningkatnya ketidakpastian di pasar.

Di pasar valuta asing, mata uang rubel melemah terhadap mata uang utama. Pasangan USD/RUB naik 1,10% ke level 77,00, sementara EUR/RUB menguat 0,95% menjadi 87,88. Pelemahan rubel sering kali menjadi sentimen negatif bagi aset-aset domestik.

Konteks Komoditas

Harga komoditas utama, yang menjadi penopang ekonomi Rusia, menunjukkan tren menurun. Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus turun ke $71,41 per barel. Sementara itu, kontrak minyak Brent untuk bulan September diperdagangkan lebih rendah di level $76,01 per barel. Pelemahan harga energi dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada saham-saham di sektor terkait.

Back to latest news

LATEST