Story
Indeks MOEX Rusia Stagnan, Ditekan oleh Pelemahan Saham Energi

Indeks MOEX Rusia ditutup stagnan atau 0,00% pada penutupan perdagangan hari Minggu di Moskow. Kinerja datar ini menutupi pergerakan yang signifikan di tingkat sektoral, dengan saham-saham yang melemah lebih banyak daripada yang menguat.
Kinerja Sektoral yang Bertolak Belakang
Data dari Bursa Efek Moskow menunjukkan bahwa saham-saham yang turun mengungguli saham yang naik dengan perbandingan 124 berbanding 111, sementara 16 saham lainnya tidak berubah. Pelemahan pasar terutama didorong oleh sektor energi, dengan beberapa emiten minyak dan gas raksasa mencatat penurunan tajam.
- Pelemahan Terbesar:
- Rosneft PJSC (MCX:ROSN) anjlok 3,04% ke level 341,60.
- TATNEFT (MCX:TATN) turun 2,48% menjadi 503,30.
- LUKOIL PJSC (MCX:LKOH) melemah 2,14% dan ditutup pada 4.616,00.
- Penguatan Teratas:
- OZON (MCX:OZON), perusahaan e-commerce, naik 2,85% ke 2.722,50.
- Polyus PJSC (MCX:PLZL), produsen emas, menguat 1,61% menjadi 1.247,00.
- Unipro PJSC (MCX:UPRO) naik 1,55% ke level 0,95.
AdDampak Pasar Komoditas dan Valuta Asing
Pelemahan pada saham-saham energi sejalan dengan penurunan tajam harga minyak mentah global. Minyak mentah WTI untuk pengiriman September turun 2,14% menjadi $85,15 per barel, sementara kontrak minyak Brent untuk bulan Oktober anjlok 3,88% ke level $91,68 per barel. Sebaliknya, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,51% menjadi $4.070,80 per troy ounce, yang kemungkinan memberikan sentimen positif bagi saham Polyus.
Di pasar valuta asing, rubel Rusia justru menunjukkan penguatan terhadap mata uang utama. Nilai tukar USD/RUB turun 0,83% ke 77,65, dan EUR/RUB melemah 0,91% ke 88,27. Sementara itu, Indeks Volatilitas Rusia (RVI), yang mengukur volatilitas tersirat dari opsi Indeks MOEX, tidak berubah di level 47,85.