Story
Hampir 200 Perusahaan Utilitas AS Tandatangani Ikrar AI Trump untuk Cegah Kenaikan Tagihan Listrik

Summary
Hampir 200 perusahaan utilitas dan pengembang pusat data di AS telah menandatangani ikrar yang digagas Presiden Trump untuk mencegah konsumsi energi kecerdasan buatan (AI) menaikkan tagihan listrik konsumen, menurut laporan Wall Street Journal.
Hampir 200 perusahaan utilitas dan pengembang pusat data di Amerika Serikat telah berkomitmen pada ikrar Presiden Trump untuk memastikan penggunaan energi masif oleh kecerdasan buatan (AI) tidak akan menaikkan tagihan listrik bagi konsumen. Laporan dari Wall Street Journal pada hari Selasa, yang mengutip daftar dari Gedung Putih, menyebutkan nama-nama besar seperti NextEra Energy, Duke Energy, Equinix, dan Digital Realty sebagai penandatangan.
Detail Komitmen dan Dukungan
Komitmen ini, yang akan diumumkan secara resmi oleh Trump pada hari Kamis dalam sebuah acara di Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), kini mencakup sekitar 80% dari seluruh pasokan listrik ke rumah dan bisnis di AS. Selain dari sektor swasta, ikrar ini juga ditandatangani oleh tokoh politik seperti Gubernur Louisiana, Jeff Landry, dan Gubernur Georgia, Brian Kemp, yang keduanya diperkirakan akan hadir dalam pengumuman tersebut.
Inisiatif ini merupakan upaya gabungan antara pemerintah dan sektor swasta untuk merespons penolakan yang semakin meningkat terhadap konsumsi energi AI. Para eksekutif industri khawatir mengenai kenaikan harga listrik dan resistensi publik terhadap pembangunan pusat data baru yang boros energi.
Latar Belakang Kekhawatiran Energi AI
Kebutuhan energi yang sangat besar untuk melatih dan menjalankan model AI telah memicu kekhawatiran publik dan legislatif. Beberapa negara bagian di AS bahkan telah mengusulkan undang-undang untuk memblokir pembangunan pusat data baru karena dampaknya terhadap lingkungan dan standar hidup.
AdIkrar ini pertama kali diperkenalkan oleh Trump dalam pidato kenegaraannya awal tahun ini. Komitmen serupa sebelumnya telah ditandatangani pada bulan Maret oleh para eksekutif teknologi dari OpenAI, Amazon.com, Microsoft, Google, Meta Platforms, Oracle, dan xAI milik Elon Musk.
Tantangan Implementasi di Pasar
Meskipun ikrar ini menunjukkan niat baik dari industri, WSJ mencatat bahwa implementasinya mungkin akan sulit ditegakkan. Harga listrik sering kali ditentukan oleh regulator negara bagian serta mekanisme pasar antara pembeli dan penjual, bukan semata-mata oleh perusahaan utilitas.
Komitmen tambahan dalam ikrar ini mencakup negosiasi struktur tarif terpisah dengan perusahaan utilitas dan negara bagian, serta berkoordinasi dengan operator jaringan listrik. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegah pemadaman listrik dan kekurangan pasokan daya seiring dengan lonjakan permintaan dari sektor AI.