Story

Saham Lucid Anjlok Hampir 50% di Tengah Laporan Opsi Kebangkrutan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20261 min read
Saham Lucid Anjlok Hampir 50% di Tengah Laporan Opsi Kebangkrutan

Summary

Saham produsen mobil listrik Lucid Group anjlok tajam setelah sebuah laporan menyebutkan perusahaan sedang mempertimbangkan opsi strategis, termasuk potensi pengajuan kebangkrutan Chapter 11 atau menjadi perusahaan tertutup.

Text size
Background

Saham produsen kendaraan listrik Lucid Group Inc. (LCID) anjlok hingga 46% pada perdagangan Selasa, memicu dua kali penghentian sementara perdagangan (trading halt) akibat volatilitas tinggi. Penurunan drastis ini menyusul laporan dari *electric-vehicles.com* yang menyebutkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan berbagai opsi strategis, termasuk kemungkinan pengajuan kebangkrutan.

Opsi Strategis yang Dipertimbangkan

Menurut laporan tersebut, Lucid telah meminta penasihat restrukturisasi AlixPartners untuk memaparkan temuannya kepada dewan direksi sebelum pertemuan berikutnya. Opsi-opsi yang sedang dievaluasi mencakup dua skenario utama:

  • Menjadikan perusahaan yang didukung oleh Arab Saudi ini sebagai perusahaan tertutup (*go private*).
  • Mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11.

Laporan tersebut menekankan bahwa skenario ini merupakan bagian dari evaluasi yang diminta oleh dewan dan belum ada keputusan yang diambil. AlixPartners juga dilaporkan merekomendasikan agar dewan melakukan restrukturisasi lanjutan di Amerika Serikat dan Eropa, serta memfokuskan upaya perusahaan pada SUV andalannya, Gravity.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks dan Latar Belakang

Reaksi pasar yang tajam menyoroti kekhawatiran investor terhadap kesehatan finansial Lucid. Model Gravity, kendaraan listrik kedua dari Lucid, dilaporkan telah menghadapi masalah kualitas sejak produksi skala kecil dimulai pada akhir 2024, sebuah isu yang pertama kali dilaporkan oleh *electric-vehicles.com* pada awal 2025.

Spekulasi mengenai potensi transaksi *take-private* telah beredar selama berbulan-bulan. Hal ini didorong oleh perbedaan signifikan antara jumlah investasi yang telah ditanamkan oleh investor utamanya dari Arab Saudi dan harga saham perusahaan saat ini. Namun, manajemen sebelumnya pada tahun lalu menyatakan tidak mengetahui adanya rencana semacam itu dari dana investasi tersebut.

Back to latest news

LATEST