Story

Lockheed Martin Raih Kontrak Angkatan Laut dan F-35 Senilai $67,7 Juta

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20261 min read
Lockheed Martin Raih Kontrak Angkatan Laut dan F-35 Senilai $67,7 Juta

Summary

Raksasa pertahanan AS, Lockheed Martin, telah mendapatkan dua kontrak militer senilai total $67,7 juta dari Departemen Pertahanan AS untuk sistem peperangan elektronik kapal selam dan dukungan depo jet tempur F-35.

Text size
Background

Lockheed Martin Corp. (NYSE: LMT) telah memenangkan dua kontrak militer dengan total nilai $67,7 juta untuk sistem kapal selam dan dukungan jet tempur F-35. Pengumuman ini disampaikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang menggarisbawahi peran penting perusahaan dalam modernisasi Angkatan Laut dan program jet tempur internasional.

Rincian Kontrak Angkatan Laut

Kontrak terbesar, dengan nilai tidak melebihi $44,6 juta, diberikan oleh Naval Sea Systems Command. Kontrak berjenis *cost-plus-incentive-fee* ini mencakup penyediaan material produksi untuk sistem peperangan elektronik kapal selam, baik untuk unit baru maupun yang sudah beroperasi.

Pekerjaan akan dilaksanakan di beberapa lokasi, dengan mayoritas di Syracuse, New York (97%). Proyek ini diperkirakan akan selesai pada Juli 2029. Angkatan Laut akan mengalokasikan dana secara bertahap dari anggaran tahun fiskal 2025 dan 2026 untuk kontrak ini.

Dukungan Internasional F-35

Kontrak kedua senilai $23,08 juta diberikan oleh Naval Air Systems Command. Pesanan berjenis *cost-plus-fixed-fee* ini bertujuan untuk menyediakan layanan teknis dan rekayasa guna membangun depo pemeliharaan nasional untuk pesawat F-35 bagi pelanggan Penjualan Militer Asing (FMS).

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dukungan ini secara spesifik ditujukan untuk rencana aktivasi depo di Finlandia dan Swiss, serta layanan aktivasi dan material awal untuk Republik Korea. Sebagian besar pekerjaan akan dilakukan di Fort Worth, Texas (68%), dan diharapkan rampung pada Desember 2028.

Implikasi bagi Investor

Pemberian kontrak ini memperkuat posisi Lockheed Martin sebagai kontraktor pertahanan utama bagi militer AS dan sekutunya. Meskipun nilainya relatif kecil dibandingkan pendapatan keseluruhan perusahaan, kontrak-kontrak seperti ini berkontribusi pada aliran pendapatan yang dapat diprediksi dan memperkuat *backlog* pesanan.

Secara khusus, kontrak dukungan F-35 menyoroti sumber pendapatan jangka panjang dari pemeliharaan dan layanan, yang merupakan komponen penting dari siklus hidup program jet tempur global tersebut. Bagi investor, hal ini menunjukkan permintaan berkelanjutan atas produk dan jasa Lockheed Martin di segmen angkatan laut dan udara.

Back to latest news

LATEST