Story

Kapal Tanker LNG Mengalihkan Rute dari Italia Menyusul Dugaan Serangan Siber

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Kapal Tanker LNG Mengalihkan Rute dari Italia Menyusul Dugaan Serangan Siber

Summary

Sebuah kapal tanker yang membawa gas alam cair AS ke Italia terpaksa mengubah rute setelah awak kapalnya melaporkan dugaan serangan siber yang melumpuhkan sistem kendali utama, yang menyoroti meningkatnya risiko keamanan untuk pengiriman energi.

Text size
Background

Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) yang mengangkut kargo AS ke Eropa telah menyimpang dari tujuannya setelah mengalami kegagalan sistem yang dilaporkan oleh awak kapal sebagai dugaan serangan siber, menurut laporan dari Bloomberg.

Kegagalan Sistem di Laut

Kapal tersebut, Vivit Africa LNG, sedang berlayar di Laut Mediterania dan Adriatik menuju Italia pada awal September ketika insiden itu terjadi. Awak kapal dilaporkan kehilangan akses ke beberapa sistem kontrol internal kapal yang digunakan untuk memantau kargo. Kapal tanker tersebut telah memuat kargo LNG-nya di terminal Cameron LNG di Louisiana.

Perusahaan perdagangan Vitol Group mengkonfirmasi bahwa mereka memiliki kapal milik Korea Selatan tersebut dalam kontrak sewa jangka panjang, yang dikenal sebagai sewa waktu (time charter), tetapi tidak memberikan komentar lebih lanjut, kata laporan itu. Awak kapal melaporkan insiden tersebut kepada Korean Register, yang bertindak sebagai penasihat teknis dan keselamatan kapal, dan investigasi sedang berlangsung.

Kargo Dialihkan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Setelah kerusakan tersebut, kapal tanker berhenti di lepas pantai Italia tanpa membongkar kargonya di tujuan yang direncanakan, yaitu Rovigo. Menurut data pengiriman yang dikumpulkan oleh Bloomberg, kapal tersebut mulai berlayar meninggalkan Italia pada hari Rabu dan kembali menuju pelabuhan Algeciras di Spanyol.

Kapten Roberto D'Arrigo dari Penjaga Pantai Italia menyatakan bahwa badan tersebut membantu kapal tersebut "setelah kapten melaporkan kerusakan pada sistem yang digunakan untuk memantau parameter kargo." Ia menambahkan bahwa penyebab masalah tersebut tidak dapat diidentifikasi dan keterlibatan penjaga pantai adalah untuk tujuan keselamatan navigasi.

Kekhawatiran Keamanan yang Lebih Luas

Peristiwa ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan siber di industri maritim global. Dugaan peretasan ini menyusul insiden pada akhir Agustus ketika Penjaga Pantai AS dan FBI menaiki dua kapal tanker minyak dan gas di lepas pantai AS karena potensi ancaman siber. Menurut laporan tersebut, pejabat Amerika sekarang memantau hampir 20 kapal di seluruh dunia untuk risiko serupa, menandakan peningkatan kewaspadaan terhadap keamanan rantai pasokan energi yang penting.

Back to latest news

LATEST