Story
Saham Levi Strauss Merosot Akibat Proyeksi yang Lebih Lemah dari Perkiraan

Saham Levi Strauss & Co. (LEVI) anjlok secara signifikan dalam perdagangan pra-pembukaan, turun hampir 5,8% ke level $22,96. Penurunan ini terjadi meskipun perusahaan melaporkan kinerja kuartal kedua fiskal yang kuat, karena investor lebih fokus pada panduan (guidance) yang lebih lemah dari perkiraan untuk periode mendatang.
Kinerja Kuartalan Solid Tertutupi Proyeksi yang Lemah
Dalam laporan yang dirilis setelah penutupan pasar pada 8 Juli, Levi Strauss membukukan hasil yang melampaui ekspektasi analis. Perusahaan melaporkan:
- Laba per saham (EPS) yang disesuaikan: $0,28, di atas konsensus $0,24.
- Pendapatan: $1,56 miliar, melampaui estimasi $1,52 miliar.
Namun, reaksi pasar yang negatif dipicu oleh proyeksi perusahaan untuk sisa tahun fiskal 2026. Manajemen memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal ketiga hanya sebesar 4%–5%, sebuah perlambatan signifikan dari laju 8% yang dilaporkan pada kuartal kedua. Selain itu, titik tengah dari panduan EPS setahun penuh, yaitu $1,49, berada sedikit di bawah konsensus analis sebesar $1,51.
Analisis dan Konteks Pasar
AdKekhawatiran investor diperparah oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan. CFO Harmit Singh mencatat bahwa kebijakan tarif yang fluktuatif mempersulit perusahaan untuk sepenuhnya memasukkan potensi manfaat tarif ke dalam prospek mereka. Reaksi ini merupakan contoh klasik dari fenomena "sell the guidance", di mana hasil kuartalan yang kuat diabaikan karena prospek masa depan yang tidak memenuhi ekspektasi tinggi.
Di sisi lain, bisnis inti Levi's menunjukkan momentum yang positif. Penjualan langsung ke konsumen (direct-to-consumer) untuk pertama kalinya melampaui 50% dari total pendapatan, penjualan e-commerce meningkat, dan kategori pakaian wanita tumbuh sebesar 11%. Perusahaan juga menaikkan dividen kuartalannya sebesar 14%.
Implikasi bagi Investor
Penurunan harga saham ini menunjukkan bahwa pasar sedang mengkalibrasi ulang ekspektasi pertumbuhan Levi's untuk sisa tahun ini. Dengan saham yang masih diperdagangkan di dekat level tertinggi 52 minggunya di $25,58, setiap tanda perlambatan momentum dapat memicu aksi jual.
Sentimen pasar yang lebih luas juga tidak mendukung, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones yang sedikit melemah, menciptakan latar belakang yang cenderung menghindari risiko (risk-off) bagi saham-saham konsumer diskresioner seperti LEVI.