Story
KPMG Australia Tunjuk John Sams sebagai CEO Baru di Tengah Skandal Kebocoran Audit

KPMG Australia pada hari Selasa mengumumkan penunjukan partner John Sams sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang baru, dua bulan setelah pemimpin sebelumnya mengundurkan diri akibat skandal kebocoran audit yang merusak reputasi perusahaan. Sams, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer dan Chief Operating Officer, akan memimpin upaya firma akuntansi tersebut untuk memulihkan kepercayaan.
Rincian Penunjukan
John Sams, seorang partner dari grup praktik penasihat komersial dan transaksi, telah menjabat sebagai CFO sejak Oktober 2025 dan COO sejak Juni. Menurut KPMG, penunjukannya oleh dewan direksi merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat, mempertimbangkan kandidat internal dari jaringan internasional firma serta kandidat eksternal.
"Dewan meyakini bahwa John memiliki atribut kuat yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin firma yang sukses – termasuk kelincahan, keberanian, dan integritas," kata ketua independen Michael Ebeid. Sams akan segera efektif menjabat sebagai CEO, menggantikan pemimpin interim Stan Stavros.
Latar Belakang Skandal
Penunjukan ini terjadi di tengah pengawasan ketat dari pemerintah Australia dan klien-klien besar terhadap KPMG. Skandal ini mencuat pada bulan Maret setelah adanya tuduhan dari *whistleblower* bahwa staf perusahaan menggunakan informasi orang dalam untuk memenangkan kontrak audit yang menguntungkan.
AdSkandal tersebut memicu perombakan kepemimpinan besar-besaran di KPMG Australia. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk mantan CEO, kepala audit, ketua dewan, serta beberapa partner audit senior yang terlibat dalam skandal tersebut telah meninggalkan perusahaan.
Mandat untuk Pemulihan
Dewan direksi telah memberikan mandat kepada Sams untuk memperkuat budaya perusahaan dan memulihkan kepercayaan di antara staf, klien, regulator, dan pemerintah. Langkah ini dipandang krusial untuk menstabilkan operasi dan memperbaiki citra perusahaan.
"Saya tidak meremehkan tugas yang ada di depan, tetapi saya berkomitmen kepada klien dan orang-orang kami bahwa saya siap untuk berani, mengambil keputusan sulit, dan memimpin perubahan yang kita butuhkan untuk menempatkan kita di jalur yang benar," ujar Sams dalam sebuah pernyataan. Misi utamanya adalah menavigasi perusahaan keluar dari krisis dan membangun kembali fondasi kepercayaan yang telah terkikis.