Story
Johnson Controls Naikkan Proyeksi Laba Tahunan Berkat Lonjakan Permintaan Pusat Data

Summary
Didorong oleh permintaan yang kuat untuk sistem pendingin pusat data, Johnson Controls menaikkan proyeksi laba setahun penuh dan melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis.
Johnson Controls International (JCI) menaikkan proyeksi laba setahun penuh pada hari Rabu, mengantisipasi permintaan berkelanjutan untuk produk dan layanan yang terkait dengan pusat data. Berita ini mendorong kenaikan saham perusahaan yang terdaftar di AS sebesar 6% dalam perdagangan pra-pasar.
Kinerja Kuartalan Lampaui Estimasi
Untuk kuartal yang berakhir pada 30 Juni, Johnson Controls melaporkan hasil keuangan yang solid, melampaui ekspektasi pasar. Kinerja ini menjadi dasar optimisme perusahaan untuk sisa tahun fiskal.
- Laba per Saham (EPS) yang Disesuaikan: Mencapai $1,42, di atas estimasi rata-rata analis sebesar $1,30 per saham, menurut data yang dikumpulkan LSEG.
- Pendapatan Total: Naik 11,5% dari tahun sebelumnya menjadi $6,61 miliar, melampaui perkiraan konsensus sebesar $6,47 miliar.
Proyeksi Ditingkatkan di Tengah Tren Jangka Panjang
Perusahaan kini memproyeksikan laba setahun penuh untuk 2026 sebesar $5,05 per saham. Angka ini merupakan peningkatan dari perkiraan sebelumnya sebesar $4,85 per saham.
AdPeningkatan proyeksi ini didukung oleh tren permintaan jangka panjang yang kuat. Ledakan kecerdasan buatan (AI), elektrifikasi, dan pengembangan gedung pintar (smart buildings) mendorong kebutuhan akan sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) yang efisien secara energi, serta sistem manajemen gedung yang canggih—semua merupakan produk inti dari Johnson Controls.
Konteks Industri yang Mendukung
Johnson Controls, yang berbasis di Cork, Irlandia, adalah pemasok utama sistem HVAC, sistem kebakaran, peralatan keamanan, dan pendingin untuk berbagai sektor, termasuk manufaktur dirgantara, layanan kesehatan, dan konstruksi komersial.
Lingkungan makroekonomi juga tampak mendukung. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) berada di angka 53,3 pada bulan Juni. Meskipun sedikit turun dari 54 di bulan Mei, angka di atas 50 mengindikasikan ekspansi di sektor manufaktur, yang dapat mendorong belanja untuk fasilitas industri dan infrastruktur, sehingga menguntungkan perusahaan seperti Johnson Controls.