Story

Asosiasi Gas Jepang Sambut Baik Kesepakatan LNG Darurat dengan Petronas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20261 min read
Asosiasi Gas Jepang Sambut Baik Kesepakatan LNG Darurat dengan Petronas
Text size
Background

Asosiasi Gas Jepang (Japan Gas Association) menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan pemerintah untuk membeli gas alam cair (LNG) dari perusahaan energi Malaysia, Petronas, dalam kondisi darurat. Ketua asosiasi tersebut mengharapkan adanya kontrak serupa dengan negara-negara produsen lainnya di masa depan.

Rincian Kesepakatan

Berdasarkan perjanjian induk jual beli yang ditandatangani pekan lalu, Petronas akan mengirimkan LNG kepada Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), sebuah badan milik negara. JOGMEC kemudian akan menyalurkan pasokan tersebut kepada pembeli swasta, termasuk perusahaan utilitas, jika mereka tidak dapat memperoleh pasokan melalui jalur lain.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi Jepang dengan memastikan ketersediaan gas saat terjadi gangguan pasokan yang tidak terduga di pasar global.

Perspektif Industri

Takeshi Uchida, Ketua Asosiasi Gas Jepang yang juga menjabat sebagai pimpinan penyedia gas kota terbesar di Jepang, Tokyo Gas, menyatakan pada hari Rabu bahwa perjanjian ini merupakan perpanjangan dari skema *Strategic Buffer LNG* (SBL) pemerintah. Menurutnya, pengaturan ini akan sangat berharga jika memungkinkan Jepang memperoleh LNG selama situasi darurat.

Uchida menekankan keinginannya agar Jepang menjalin hubungan serupa di luar Malaysia dengan negara-negara penghasil LNG lainnya. Namun, ia juga mencatat beberapa tantangan:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Kapasitas produksi di antara negara-negara tersebut masih terbatas.
  • Volume LNG yang dapat mereka kirimkan dalam waktu singkat masih belum pasti.

Uchida menambahkan bahwa evaluasi penuh terhadap kontrak tersebut sulit dilakukan karena rincian spesifik, termasuk harga dan persyaratan lainnya, belum dipublikasikan.

Konteks Skema Cadangan Strategis

Skema SBL Jepang, yang didirikan oleh kementerian perindustrian, mulai beroperasi pada tahun 2023. Program ini mewajibkan perusahaan yang ditunjuk kementerian untuk mendapatkan kargo LNG di muka yang berfungsi sebagai cadangan darurat.

Cadangan ini dirancang untuk digunakan oleh perusahaan utilitas yang mengalami gangguan pasokan atau keadaan darurat lainnya, memastikan stabilitas pasokan energi domestik.

Back to latest news

LATEST