Story
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam atas Kematian Ayahnya

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah bersumpah akan melakukan pembalasan dendam atas kematian ayahnya sekaligus pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei. Sumpah ini disampaikan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah pada hari Sabtu, yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian di Timur Tengah.
Sumpah Pembalasan Dendam
Pernyataan tersebut, yang merupakan pesan publik pertama dari Ayatollah Mojtaba Khamenei sejak diangkat, menegaskan bahwa pembalasan dendam adalah "tuntutan bangsa" dan "pasti akan" terjadi. Menurut pernyataan yang dilaporkan oleh Reuters, aksi ini tidak hanya bergantung pada Iran tetapi juga pada "orang-orang merdeka di seluruh dunia."
"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin martir dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan terhina," demikian bunyi pernyataan tersebut. Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari.
Ketidakpastian Politik dan Kondisi Pemimpin
Ketegangan di Iran diperparah oleh absennya Ayatollah Mojtaba Khamenei dari pandangan publik sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi pada 8 Maret. Sumber-sumber senior menyebutkan bahwa ia menderita luka-luka, termasuk cacat pada wajah, dalam serangan yang sama yang menewaskan ayahnya.
AdAbsennya pemimpin baru ini telah menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan warga Iran mengenai kondisi kesehatannya. Ia diangkat dengan dukungan kuat dari Garda Revolusi yang berpengaruh.
Konteks Gencatan Senjata yang Rapuh
Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya keraguan atas gencatan senjata yang disepakati antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang empat bulan. Serangan balasan antara pasukan AS dan Iran baru-baru ini telah mengancam kesepakatan tersebut.
Meskipun Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir, ia juga mengatakan bahwa kedua negara telah setuju untuk melanjutkan pembicaraan. Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei, yang memerintah selama 37 tahun, dimakamkan pada hari Jumat setelah upacara pemakaman yang dihadiri oleh kerumunan besar.