Story
Investing.com Laporkan Kinerja Signifikan dari Alat Seleksi Saham Berbasis AI

Investing.com telah merilis data kinerja untuk perangkat analisis investornya, InvestingPro, yang menyoroti imbal hasil signifikan dari strategi seleksi saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan mengklaim salah satu portofolio teknologinya telah mengungguli indeks S&P 500 lebih dari dua kali lipat sejak diluncurkan pada November 2023.
Klaim Kinerja ProPicks AI
Menurut data yang dirilis oleh Investing.com, fitur andalan platform tersebut, ProPicks AI, telah menunjukkan kinerja yang kuat. Portofolio teknologi yang dikelola oleh AI dilaporkan telah menghasilkan imbal hasil sebesar +193,92% sejak November 2023, melampaui kinerja S&P 500 sebesar 113,03% pada periode yang sama.
Perusahaan juga menyoroti beberapa saham individual yang dipilih oleh sistem AI-nya yang telah mencatatkan kenaikan substansial. Beberapa contoh yang dikutip meliputi:
- Lenovo Group (SEHK:992): Naik +230,88%
- MediaTek (TWSE:2454): Naik +206,60%
- Nvidia (NASDAQ:NVDA): Naik +226,7% selama berada dalam strategi
- Super Micro Computer (NASDAQ:SMCI): Naik +185,8% selama berada dalam strategi
Investing.com menyatakan bahwa ini adalah hasil dunia nyata dan bukan merupakan *backtesting*. Selain itu, platform ini telah memperluas jangkauannya untuk mencakup 88 strategi AI di seluruh dunia, yang menargetkan pasar seperti Jepang, Inggris, Taiwan, dan Hong Kong.
Perluasan Perangkat Analisis Investor
AdSelain alat seleksi saham, InvestingPro juga menyertakan serangkaian fitur berbasis AI yang dirancang untuk investor ritel. Salah satunya adalah WarrenAI, sebuah alat AI generatif yang menyediakan wawasan pasar secara *real-time* dan analisis grafik melalui kueri bahasa alami.
Fitur lainnya, Vision AI, berfungsi untuk menafsirkan grafik aset secara otomatis. Alat ini mengidentifikasi pola teknis, level support dan resistance utama, serta mengevaluasi indikator untuk memberikan analisis perdagangan. Platform ini juga menawarkan fitur Fair Value yang menggabungkan 17 model valuasi tingkat institusional untuk menentukan nilai intrinsik sebuah saham.
Implikasi bagi Investor Ritel
Perkembangan alat analisis berbasis AI seperti InvestingPro mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi finansial (fintech) untuk mendemokratisasi akses ke perangkat canggih. Secara historis, alat analisis kuantitatif dan pemodelan keuangan yang kompleks sebagian besar hanya tersedia bagi investor institusional.
Penyediaan alat-alat ini kepada investor ritel berpotensi mengubah cara individu menganalisis dan berpartisipasi di pasar keuangan. Namun, penting untuk dicatat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan alat-alat ini harus digunakan sebagai bagian dari strategi riset investasi yang komprehensif.