Story

Saham Intel dan SanDisk Melonjak, Fluence Energy Anjlok Akibat Penurunan Peringkat

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 17, 20261 min read
Saham Intel dan SanDisk Melonjak, Fluence Energy Anjlok Akibat Penurunan Peringkat
Text size
Background

Sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar, termasuk Intel dan SanDisk, mencatatkan kenaikan signifikan dalam perdagangan hari Kamis, menandakan sentimen positif investor di sektor ini. Namun, di sisi lain, Fluence Energy mengalami tekanan jual hebat setelah peringkat sahamnya diturunkan.

Raksasa Teknologi Pimpin Penguatan

Sektor teknologi menjadi sorotan utama dengan beberapa nama besar membukukan keuntungan yang kuat. Pergerakan ini menunjukkan kepercayaan investor yang kembali pada saham-saham dengan fundamental yang solid di tengah dinamika pasar.

Berdasarkan data pasar yang dilaporkan oleh Investing.com, berikut adalah beberapa penggerak utama dari kategori mega-cap:

  • Intel Corp (INTC): +8,39%
  • Oracle Corp (ORCL): +5,22%
  • Adv Micro Device (AMD): +4,37%
  • SanDisk Corp-Exch (SNDK): +4,33%

Kenaikan serentak pada produsen chip seperti Intel, AMD, dan SanDisk dapat mengindikasikan optimisme pasar terhadap permintaan semikonduktor di masa depan.

Kenaikan Lintas Sektor

Sample IUX Markets – In-articleAd

Penguatan tidak hanya terbatas pada saham mega-cap. Saham dari berbagai skala kapitalisasi pasar juga menunjukkan kinerja positif yang menonjol. Generac Holdings (GNRC) menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di kategori large-cap dengan lonjakan +18,69%.

Di segmen lain, saham perusahaan bioteknologi seperti Moderna (MRNA) juga naik lebih dari 10%, sementara Vicor Corp (VICR) memimpin penguatan di kategori mid-cap dengan kenaikan +14,59%.

Fluence Energy Tertekan oleh Penurunan Peringkat

Berbeda dengan tren positif di banyak sektor, saham Fluence Energy (FLNC) anjlok secara signifikan. Saham perusahaan energi ini merosot tajam sebesar -16,96%.

Penurunan drastis ini dipicu oleh aksi Goldman Sachs yang menurunkan peringkat saham FLNC. Menurut laporan tersebut, penurunan peringkat didasarkan pada prospek perusahaan yang direvisi menjadi lebih rendah, yang secara langsung membebani sentimen investor dan memicu aksi jual.

Back to latest news

LATEST